KSOP Sabang Nilai Balohan Aman untuk Bongkar Muat LPG

Bot angkut LPG, saat melakukan bongkar muat di pelabuhan Balohan Sabang. FOTO/RRI

Kabarnanggroe.com, Sabang – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sabang memberikan izin sandar dan bongkar muat bot pengangkut LPG di Terminal Ferry Ro-Ro Balohan.

Penempatan tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan, kondisi pasang surut, serta kemudahan pengawasan selama proses bongkar muat berlangsung.

Plt Kepala KSOP Kelas IV Sabang, Capt. Heru Kurniawan, menjelaskan pengangkutan LPG menggunakan bot tradisional diperbolehkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tertinggal dan terluar.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan distribusi LPG bersubsidi tetap menjangkau masyarakat di wilayah terluar.

“Untuk bot tradisional yang membawa bahan bakar untuk kebutuhan masyarakat, memang ada aturan dari kementerian bahwa untuk daerah tertinggal dan terluar boleh diangkut dengan bot tradisional, agar subsidi ini sampai ke daerah terluar dan merata,” kata Heru, Senin (10/8/2026).

Heru menyebut, Terminal Ferry Ro-Ro Balohan dinilai lebih aman dibandingkan lokasi bongkar muat sebelumnya, terutama karena kondisi pasang surut yang dapat memengaruhi jarak antara bot dan dermaga.

Selain itu, aktivitas bongkar muat di terminal tersebut dapat dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat karena akses ke area dermaga dapat dibatasi.

KSOP juga menerapkan sejumlah ketentuan keselamatan selama proses bongkar muat LPG, seperti melarang masyarakat yang tidak berkepentingan masuk ke area dermaga dan melarang aktivitas merokok.

Petugas juga menyiapkan alat pemadam kebakaran serta memasang tanda keselamatan di sekitar lokasi bongkar muat.

“Secara teknis kita nilai di pelabuhan Terminal Balohan lebih aman, dan selama dia datang kita awasi sampai dia bongkar muat dan berangkat kembali dari pelabuhan Terminal Balohan. Pengawasan dilakukan petugas KSOP yang berjaga secara bergiliran, sementara kegiatan bongkar muat tidak dilakukan bersamaan dengan proses embarkasi dan debarkasi penumpang,” ujar Heru.

Heru menegaskan, area bongkar muat LPG berada di dermaga MB1 dan dipisahkan dari aktivitas penumpang di MB2.

Saat bongkar muat berlangsung, area MB1 ditutup untuk umum sehingga keselamatan penumpang dan kelancaran distribusi LPG dapat tetap terjaga.(Muh/*)