Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PMI Aceh Besar Jadi Pembina Upacara di MTsN 6

Kabarnanggroe.com, ACEH BESAR — Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Besar, Musiarifsyah Putra, M.Pd., menjadi pembina upacara di MTsN 6 Aceh Besar, Senin (21/9/2026).

Dalam amanatnya, Musiarifsyah memperkenalkan PMI sebagai rumah besar bagi para relawan. Menurut dia, PMI memiliki ruang pengabdian yang dapat diikuti berbagai kelompok usia dan latar belakang.

“PMI adalah rumah besar para relawan. Di dalamnya ada Tenaga Sukarela atau TSR yang berasal dari berbagai profesi, seperti guru, dokter, dan tenaga profesional lainnya,” ujar Musiarifsyah.

Ia menjelaskan, selain TSR, PMI juga memiliki Korps Sukarela (KSR) yang banyak diikuti kalangan muda dan mahasiswa. Sementara itu, kelompok pelajar tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) yang terbagi dalam tiga tingkatan.

Untuk jenjang MI/SD, kata dia, terdapat PMR Mula. Pada jenjang MTs/SMP disebut PMR Madya, sedangkan tingkat SMA/MA masuk dalam kategori PMR Wira.

“Di MTsN 6 Aceh Besar ini terdapat PMR Madya. Saya berharap PMR terus berkiprah dan aktif memberikan manfaat, baik bagi warga madrasah maupun lingkungan sekitar,” katanya.

### Organisasi sebagai Ruang Belajar Kepemimpinan

Musiarifsyah juga mengajak para siswa memanfaatkan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran di kelas.

Menurut dia, organisasi dapat menjadi tempat bagi siswa untuk belajar kepemimpinan, membangun mental, mengembangkan daya saing, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Setiap organisasi mendidik dan melatih kita untuk menjadi seorang pemimpin. Organisasi juga membentuk pribadi yang kuat secara mental dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang berlandaskan akhlak dan kepedulian. Para siswa, kata dia, perlu menjunjung sikap saling menghormati serta menghindari tindakan perundungan atau bullying.

“Semua itu untuk melahirkan generasi yang berakhlak, memiliki rasa cinta terhadap sesama dan kepedulian. Tidak ada senior dan junior yang menjadi alasan untuk melakukan bullying atau perbuatan yang bertentangan dengan agama dan undang-undang,” kata Musiarifsyah.

Ia juga mengingatkan siswa agar tetap menjadikan kegiatan akademik sebagai prioritas.

“Fokus pada belajar di kelas. Ketika memiliki waktu luang, manfaatkan untuk berorganisasi dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di madrasah,” ujarnya.

Musiarifsyah mengatakan pengalaman yang diperoleh melalui organisasi memiliki karakter berbeda dengan pembelajaran di ruang kelas. Karena itu, siswa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan keterampilan, bakat, dan minat.

“Pendidikan yang didapat dalam organisasi tidak semuanya didapat di ruang kelas. Karena itu, pergunakan kesempatan ini untuk mengasah skill, bakat, dan minat bersama organisasi,” katanya.

### Apresiasi Perkembangan Madrasah

Dalam kesempatan tersebut, Musiarifsyah juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kepala MTsN 6 Aceh Besar yang dinilai terus melakukan pembenahan dan pengembangan lingkungan madrasah.

“Saya melihat di MTsN ini banyak perubahan. Lingkungannya sudah bagus dan tertata,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta upacara memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan pihak madrasah.

“Mari kita apresiasi kinerja kepala madrasah bapak Nurzahronsyah dengan tepuk tangan,” kata Musiarifsyah.

Ajakan tersebut kemudian disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta upacara.

Kegiatan upacara tersebut menjadi bagian dari pembinaan siswa sekaligus penguatan nilai-nilai kepalangmerahan, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pengembangan karakter di lingkungan MTsN 6 Aceh Besar.(*)