Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat peran pengawasan terhadap koperasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi lokal. Hal ini disampaikan Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Rabu (22/7/2026).
Menurut Bukhari, pengawasan koperasi bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, koperasi diharapkan mampu berkembang secara sehat dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat.
“Pengawasan menjadi instrumen utama untuk menjaga kualitas pengelolaan koperasi. Melalui pembinaan dan monitoring yang intensif, kita ingin memastikan koperasi memiliki sistem manajemen yang kuat serta mampu bersaing di tingkat lokal maupun regional,” ujar Bukhari.
Ia menjelaskan, Diskopukmdag secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja koperasi, termasuk aspek administrasi, keuangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi juga menjadi fokus utama agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Bukhari menambahkan, koperasi yang dikelola dengan baik akan memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai tekanan ekonomi, sekaligus mampu memberikan manfaat optimal bagi anggotanya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pengurus koperasi untuk meningkatkan profesionalisme dan komitmen dalam menjalankan organisasi.
“Daya saing koperasi sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola dan integritas pengurusnya. Jika pengawasan berjalan efektif, maka potensi penyimpangan dapat diminimalisir dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi akan semakin meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengawasan juga harus diiringi dengan pendekatan pembinaan yang konstruktif. Diskopukmdag tidak hanya melakukan kontrol, tetapi juga memberikan pendampingan dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi koperasi di lapangan.
Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, koperasi memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan pengawasan yang optimal, koperasi di Banda Aceh diharapkan mampu menjadi lembaga ekonomi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Ke depan, kami ingin koperasi di Banda Aceh tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas,” tutup Bukhari.(Adv)






