Tujuh Lembaga Resmi Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Banda Aceh, Perkuat Layanan Keagamaan dan Pembinaan Masyarakat

Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tujuh lembaga mitra sebagai upaya memperkuat sinergi dalam bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Selasa (2/6/2026).

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Banda Aceh tersebut melibatkan tujuh lembaga, yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Sekolah Tinggi Al Washliyah Banda Aceh, Kompas TV Aceh, UPTD Anak Terlantar, Lembaga Rehabilitasi NAPZA Selamo Mulya, serta Lembaga Rehabilitasi NAPZA Pintu Hijrah.

Kegiatan ini turut dihadiri para pimpinan lembaga beserta jajarannya, pejabat di lingkungan Kemenag Kota Banda Aceh, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Banda Aceh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. Salman, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, penandatanganan PKS ini merupakan langkah strategis di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dialami berbagai kementerian dan lembaga.

“Meskipun saat ini hampir seluruh kementerian dan lembaga mengalami efisiensi anggaran, kita tetap mampu melakukan berbagai terobosan. Melalui kerja sama ini, banyak program yang dapat dijalankan bersama tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar,” ujar Salman.

Kakankemenag yang baru meraih gelar doktor di UIN Ar-Raniry itu juga menekankan pentingnya penyusunan metrik dan indikator kerja yang jelas agar implementasi kerja sama dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Dengan adanya PKS ini, setiap lembaga harus memiliki target dan program yang terukur sehingga kerja sama yang dibangun benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Akhyar, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan memperluas ruang gerak para penghulu dan penyuluh agama dalam menjalankan tugas pembinaan masyarakat.

“Di bawah Bimas Islam terdapat penghulu dan penyuluh agama yang memiliki peran penting dalam pembinaan umat. Melalui kerja sama ini, kami berharap objek binaan penyuluh semakin luas, termasuk di lingkungan media massa seperti RRI dan Kompas TV, serta lembaga-lembaga pembinaan warga binaan dan rehabilitasi,” jelas Akhyar.

Menurutnya, penandatanganan PKS ini juga bertujuan memberikan payung hukum bagi berbagai kegiatan yang selama ini telah berjalan secara informal antara Kemenag dan sejumlah lembaga mitra.

“Selama ini beberapa kegiatan sudah terlaksana dengan baik, namun belum memiliki dasar kerja sama yang tertulis. Dengan adanya PKS ini, diharapkan volume dan kualitas kegiatan ke depan semakin meningkat,” katanya.

Mewakili lembaga yang menandatangani kerja sama, Kepala RRI Banda Aceh, Muhsin Zein, S.E., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai PKS menjadi dasar penting dalam pelaksanaan berbagai program kolaboratif yang akan dijalankan bersama.

“Ke depan, RRI Banda Aceh siap menyediakan slot atau jam siaran khusus bagi para penyuluh agama Kemenag Kota Banda Aceh untuk menyampaikan dakwah dan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui siaran radio,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh, Heru Wijanarko. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera merealisasikan program pelayanan administrasi kependudukan bagi pasangan yang baru menikah.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pencatatan sekaligus penyerahan langsung Kartu Keluarga (KK) dan KTP kepada pasangan pengantin setelah akad nikah dilaksanakan. Program ini akan dimulai di tiga lokasi, yaitu Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Oman Al-Makmur Lamprit, dan Masjid Keuchik Leumik di Kecamatan Lueng Bata,” jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan melalui kerja sama tersebut. Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama. (Herman/*)