Pengurus HMI Komfatar UIN Ar-Raniry Dilantik, Ketum HMI Banda Aceh : Dua Hijau Pilar Penting di Indonesia, Hijau TNI Senjatanya Hijau HMI Intelektualnya

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dalam hal ini diwakili Ketua Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Banda Aceh Master Fitria Sundari melantik dan mengambil sumpah Pengurus HMI Komisariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (27/06/2026) di Aula Insan Cita HMI Cabang Banda Aceh.

Surat Keputusan kepengurusan dibacakan oleh Master Miftahul Huda, S.Hum. selaku perwakilan Pengurus HMI Cabang Banda Aceh. Turut hadir Master Reza Zahwal Riandi selaku PAO HMI Cabang Banda Aceh dan Master Fitria Sundari selaku Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Banda Aceh.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah Alumni HMI di antaranya Kanda Zulfikar Lidan, SE, Kanda Dr Muhibbuddin Hanafiah, M.Ag, Kanda Suheri, S.Pd.I, M.A, Kanda Akrimi, S.Pd, M.Pd, Yunda Ona Alviana, Kanda Rozi Rahmatillah, M.Pd, Ketua DEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry beserta unsure SEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Ketua Umum Kohati Cabang Banda Aceh Master Fitria Sundari yang mewakili Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Ada amanah yang harus dijaga dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Jadilah pemimpin yang mampu melayani, memberi teladan, dan mengutamakan kepentingan organisasi.”

Ia juga mengatakan Jenderal Soedirman sering kali merujuk istilah “Dua Hijau” yang merupakan dua pilar penting yang mengawal sejarah Indonesia, yaitu TNI dengan kekuatannya senjatanya dan HMI organisasi yang kritis intelektualnya.

Dr Muhibbuddin Hanafiah, M.Ag mewakili Alumni HMI Tarbiyah saat menyampaikan arahannya mengajak seluruh pengurus agar terus menjaga eksistensi komisariat sebagai pusat kaderisasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan.
“Jaga HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan ini dengan baik. Perkuat kaderisasi, pelihara persaudaraan, dan teruslah memberikan manfaat bagi kampus, masyarakat, dan umat.” Ajaknya.

Ketua Umum Demesioner HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Periode 2024–2025, Master Muhammad Agus Farhan, mengingatkan pentingnya menghargai proses dalam setiap perjalanan organisasi.
“Mahasiswa hari ini jangan hanya ingin hasil tanpa melalui proses. Tidak ada keberhasilan yang lahir tanpa perjuangan. HMI mengajarkan kita untuk menghargai setiap proses, karena dari proses itulah karakter seorang pemimpin dibentuk.”Ingatnya.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Upgrading yang menghadirkan Akrimy, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri dengan tema “Transformasi Kepemimpinan HMI dalam Menghadapi Tantangan Era Artificial Intelligence (AI) melalui Penguatan Nilai Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan.” Materi tersebut menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar HMI.

Selesai pelantikan dan pengambilan sumpah, Pengurus HMI Komisariat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry menggelar Upgrading yang mengambil tema “Transformasi Kepemimpinan HMI dalam Menghadapi Tantangan Era Artificial Intelligence (AI) melalui Penguatan Nilai Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan,”
Ketua Umum HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Fuaddatun Najmi, menyampaikan bahwa Upgrading merupakan fondasi penting bagi seluruh pengurus untuk menyamakan visi, memperkuat soliditas organisasi, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan.
“Upgrading ini bukan sekadar agenda pascapelantikan, melainkan ruang pembelajaran untuk membentuk karakter kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berintegritas. Kami ingin seluruh pengurus memiliki semangat yang sama dalam memperkuat kaderisasi serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi kader, kampus, masyarakat, bangsa, dan umat,” ungkapnya.

Upgrading yang Mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan HMI dalam Menghadapi Tantangan Era Artificial Intelligence (AI) melalui Penguatan Nilai Keislaman, Keindonesiaan, dan Keilmuan,” menghadirkan Akrimy, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri. Jalannya sesi materi dipandu oleh moderator, Rasni Nabil Sembiring, yang memfasilitasi diskusi dan sesi tanya jawab secara interaktif.

Dalam pemaparannya, Akrimy menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar di berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, organisasi, hingga kepemimpinan. Karena itu, kader HMI dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai insan akademis yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan.
“Artificial Intelligence bukan ancaman jika kita mampu memanfaatkannya dengan bijak. Tantangan terbesar kader HMI bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjaga integritas, moralitas, dan daya kritis dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Akrimy.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Rasni Nabil Sembiring serta diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Melalui Upgrading ini, para pengurus diharapkan memiliki bekal kepemimpinan yang lebih matang, mampu menjawab tantangan era Artificial Intelligence, serta menjalankan roda organisasi secara profesional, inovatif, dan tetap berorientasi pada penguatan kaderisasi sesuai dengan cita-cita HMI.(Herman/Heri Ulka).