Kabarnanggroe.com, Langsa – Warga Kota Langsa masih terus membersihkan halaman, ruangan rumah, barang-barang, peralatan, perabot yang terendam air dan lumpur pasca sebulan banjir yang terjadi 26 November 2025.
Pantauan posaceh.com, Jumat (26/11/2026) semua rumah yang terkena banjir, warganya masih membersihkan tanah lumpur yang mengendap di halaman, ruangan dan mencuci peralatan, barang, perabotan, pakaian.
Hampir semua kawasan dan pemukiman penduduk di Kota Langsa dilanda banjir bandang yang umumnya setinggi satu meter lebih. Menurut seorang warga Langsa, Herdian bahwa banjir itu dipicu hujan deras beberapa hari dan luapan air Krueng (sungai) Tanjung Putus.
Banyak rumah warga yang berdinding triplek, papan mengalami kerusakan. Perabotan, barang, peralatan seperti lemari kayu, kursi, meja juga rusak, kulkas dan ada yang tidak bisa dipakai lagi. Begitu juga pakaian yang terendam air banyak tidak bersih lagi dicuci.
“Sambil membersihkan lumpur di halaman dan ruang rumah kita juga sambil membersihkan barang-barang, hambal dan perabot. Kita cicil membersihkannya setiap hari,” ujar Herdiansyah warga Dusun Kampung Melayu II, Gampong (Desa) Daulat
Sebutnya, ada juga barang dan perabot yaitu lemari, kursi, pakaian – baju yang rusak tidak bisa dipakai lagi. Seperti lemari berbahan triplek dan kayu yang terkelupas dan berkalang lumpur, dibuang atau tidak dipakai lagi.
“Dinding, barang-barang, perabotan, dan pakaian banyak yang rusak tidak bisa dipakai lagi karena terendam air bercampur lumpur setinggi satu setengah meter,” ujar Herdiansyah Warga Dusun Kampung Melayu Dua, Gampong (Desa) Daulat
“Barang-barang, peralatan dan pakaian, lama terendam air dan lumpur, sampai 9 hari baru kami mulai bisa melakukan pembersihan, karena listrik dan air mati,” ujar Yusmiati yang juga warga Dusun Kampung Melayu II.
Sementara itu, lumpur tanah masih ada di halaman, rumah dan pemukiman penduduk di Desa Selalah yang tergolong berat terkena banjir bandang yang terjadi 26 November lalu, menurut warga, di kawasan tersebut air setinggi sekitar tiga meter.
Terparah
Hampir semua kawasan dan pemukiman penduduk di Kota Langsa dilanda banjir bandang yang umum setinggi satu meter lebih.
Menurut seorang warga Langsa, Herdian bahwa banjir itu dipicu hujan deras beberapa hari dan luapan air Krueng (sungai) Tanjung Putus.
Meski sampah dan tanah lumpur sudah banyak dibersihkan dan diangkut, sisa tanah lumpur yang melekat di hampir semua ruas jalan dan pemukiman yang mengering, menimbulkan debu dan jika hujan berselemak.
Banyak warga yang berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor di sejumlah ruas jalan dan kawasan Kota Langsa menggunakan masker.
Seorang warga Langsa, Yahya yang berusia 79 tahun menyebutkan, banjir yang terjadi di penghujung November lalu, yang terparah sejak 65 tahun lalu.
“Pada tahun 1960, Langsa banjir besar juga, air hanya mengalir sebatas jalan saja, tidak separah tahun ini, rumah saya sampai tenggelam sekitar satu setengah meter”, ujar. (Sdm).






