Lifter Putri Aceh Nadita Aprilia Catat Prestasi Cemerlang di Kejurnas, Raih Tiga Emas

Lifter putri Aceh, Nadia Aprilia, peraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024, perunggu di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025, sedang berlatih disaksikan langsung Sekretaris Umum PABSI Aceh, sekaligus pelatih, Effendi Eria (baju putih) di Seuramoe Angkat Besi Aceh Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026). Foto : Sudirman Mansyur.

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Lifter putri Aceh, Nadita Aprilia mencatat prestasi cemerlang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Senior Angkat Besi PT Pupuk Indonesia.

Nadita meraih tiga medali emas dalam persaingan di kelas 61 kilogram putri yang berlangsung di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/4/2026).

Tiga medali emas diraih Nadita dari angkatan snatch seberat 80 kilogram, angkatan clean and jerk 96 kilogram dan total angkatan 176 Kg.

Nadita sebelumnya juga telah mencatat sejumlah prestasi yaitu meraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024, perunggu di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025. Mewakili Indonesia dalam Asian Weightlifting Championship 2025 di China. Juara di Kejurnas Surabaya dan juara ketiga Kejurnas Yogyakarta.

Medali perak snatch diraih Inong Simatupang dari Riau dengan angkatan 78 kg dan Faradilla dari Sumut dengan angkatan 73 Kg. Perak dan perunggu di angkatan clean and jerk diperoleh Faradila dengan angkatan 92 dan Inong Simatupang dengan angkatan 91 kg.

Medali perak dan perunggu di total angkatan diraih Inong Simatupang dengan total angkatan 169 kg dan Faradila dengan total angkatan 165 kg.

“Alhamdullah, sempat puasa medali hingga nyaris dua hari pertama perhelatan kejuaraan, kita akhirnya sukses memboyong tiga emas lewat Nadita Aprilia. Ini adalah bukti dari konsistensi penampilan dan prestasi Nadita yang telah tampil di Islamic Solidarity Games,” kata Pelatih Kepala Tim Aceh di Kejurnas angkat besi kali ini, Efendi Eria.

Sebelumnya, Aceh gagal meraih medali, usai menurunkan Irrahman di Kelas 60 Kg Putra dan Indah Resideria , Kelas 57 Kg Putri. Keduanya hanya sukses sampai pada rangking lima di nomor masing-masing.

Namun, Minggu (19/04/2026), Aceh menurunkan dua lifter andalannya, yaitu Nurul Akmal peraih emas PON 2024 yang juga atlet Olimpiade serta M Zul Ilmi peraih emas PON 2024 sekaligus atlet SEA Games.

Nurul Akmal yang tampil di kelas 69+ akan beraksi pada pukul 12.00 WIB, sedangkan M Zul Ilmi dan T Yulianda yang bermain di kelas 85 Kg akan turun pada pukul 14.00 WIB.

“Doakan semoga anak anak sukses membawa nama baik Aceh di ajang Kejurnas Angkat Besi Senior PT Pupuk Indonesia tahun 2026 kali ini,” ujar pelatih Timnas angkat besi Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 ini

Diakui Efendi yang biasa disapa Om Fen itu, Kejurnas Angkat Besi Senior PT Pupuk Indonesia tahun 202 kali ini agak berat untuk kelas atas, karena digabung kelasnya dari empat menjadi satu kelas.

Katanya, harapan untuk Aceh tetap ada, karena memiliki atlet dengan jam terbang in ternasional. “Memang, kita tak mau target muluk muluk di Kejurnas kali ini, Insha Allah kita ingin yang terbaik saja. Lebih dari itu, kita juga ingin melihat prestasi atlet pada Kelas yang baru dimulai pada Kejurnas ini, sebagai persiapan pembinaan menuju Pra PON 2027 akan datang,” kata Efendi.

Aceh terhitung sebagai salah satu kekuatan utama di Cabor Angkat Besi nasional. Terakhir pada PON ke-21 tahun 2024 Aceh-Sumut, kontingen PABSI Aceh sukses meraih juara umum Cabor Angkat Besi dengan meraih empat medali emas.

Dengan tiga emas yang telah diraih, hari ini, prestasi Aceh di PON 21, sangat terbuka akan terulang. Terutama dari jam terbang Nurul Akmal (Amel) dan M Zul Ilmi. (Sdm).