Kabarnanggroe.com, Jakarta – Empat unit pesawat tempur Dassault Rafale dan dua unit pesawat angkut Airbus A400M Atlas, yang merupakan armada terbaru TNI Angkatan Udara, menjalankan misi perdana flypast di langit Istana Merdeka dalam rangkaian upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Dalam rangkaian demo alutsista udara itu, penerbang pesawat tempur Rafale TNI AU menampilkan manuver ‘High-G Turn’ yang menunjukkan kepiawaian para penerbang TNI AU dalam mengawaki armada terbaru TNI AU yang pengadaannya dilakukan semasa Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai menteri pertahanan RI.
Di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyaksikan langsung dari Istana Merdeka, formasi pesawat tempur Rafale ‘Panther Flight’ menampilkan manuver High-G Turn setidaknya sebanyak tiga kali
Saat penerbang melakukan manuver tersebut, gaya gravitasi (G-force) melonjak drastis dari 1G normal hingga menyentuh 7G bahkan hingga melebihi 9G. Dari podium kehormatan, yang diisi oleh Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Ke-7 Joko Widodo, pesawat Rafale TNI AU menampilkan aksi terbang rendah kemudian menukik tajam terbang tinggi dengan kecepatan tinggi.
Aksi lainnya, empat unit Rafale TNI AU juga terbang rendah di hadapan podium megah di Istana Merdeka mengawal dua unit pesawat angkut paling modern TNI AU, Airbus A400M.
Pesawat angkut terbesar TNI AU itu juga dibeli semasa Presiden Prabowo menjabat sebagai menteri pertahanan. Dari arah belakang Istana Merdeka, empat Rafale dan dua A400M terbang rendah membentuk formasi dengan callsign ‘Macan Flight’ dan ‘Atlas Flight’.
Aksi lainnya, empat unit Rafale TNI AU juga terbang rendah di hadapan podium megah di Istana Merdeka mengawal dua unit pesawat angkut paling modern TNI AU, Airbus A400M.
Pesawat angkut terbesar TNI AU itu juga dibeli semasa Presiden Prabowo menjabat sebagai menteri pertahanan. Dari arah belakang Istana Merdeka, empat Rafale dan dua A400M terbang rendah membentuk formasi dengan callsign ‘Macan Flight’ dan ‘Atlas Flight’.
Rangkaian demo alutsista udara telah diawali oleh aksi delapan helikopter gabungan TNI-Polri yang terbang rendah membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa.

Dari arah sebelah kiri podium kehormatan, delapan helikopter itu terbang membentuk ‘Formasi Bendera Raksasa’ yang membuka demo alutsista udara di langit Istana Merdeka hari ini.
Kemudian, aksi itu dilanjutkan dengan aksi gabungan helikopter TNI-Pori dengan callsign ‘Nusantara Flight’.
Dalam formasi itu, helikopter-helikopter andalan TNI dan Polri membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa beserta bendera logo HUT Ke-81 RI ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’. ReferensiGeografis
Formasi tersebut terdiri atas satu unit EC-725 Caracal TNI AU, tiga unit NAS-332 Super Puma, satu unit Eurocopter AS365 Dauphin, dua helikopter AH-46 Apache TNI Angkatan Darat dan AS565 MBe Panther dari TNI Angkatan Laut, dua helikopter AgustaWestland AW169 yang dioperasikan oleh Polri.
Saat tampil di hadapan podium megah, Presiden Prabowo langsung berdiri dan mengubahnya ke arah formasi ‘Nusantara Flight’.
Selepas itu, atraksi berikutnya merupakan ucapan selamat HUT Ke-81 Kemerdekaan RI yang disampaikan secara langsung oleh penerbang tempur Rafale dari dalam kokpit.
“Kami elang-elang muda TNI Angkatan Udara, dari kokpit pesawat tempur Rafale, yang didatangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto, mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia. Indonesia berdaulat, adil, dan dan makmur. Merdeka!”
Sesaat setelah ucapan itu selesai, formasi pesawat tempur TNI AU membentuk angka ’81’ melintasi langit Istana Merdeka dengan callsign ‘Garuda Flight’. Formasi itu menjadi penampilan khusus yang dipersembahkan TNI AU untuk HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian berikutnya ditampilkan oleh alutsista terbaru TNI AU, yaitu pesawat tempur Rafale dan A400M dengan callsign ‘Macan Flight’, ‘Atlas Flight’, dan ‘Panther Flight’.
Aksi The Jupiters
Flypast di langit Istana Merdeka hari ini dilanjutkan oleh aksi penerbang aerobatik TNI AU, ‘The Jupiters’.
Delapan pesawat akrobatik KT-1B Wongbee dengan livery khas kombinasi warna merah putih menampilkan ‘The Screw Roll’ manuver sebagai pembuka. Dalam manuver itu, satu pesawat memutari tujuh pesawat lain yang terbang rendah di langit Istana Merdeka.
Kemudian, delapan pesawat The Jupiters terpisah menjadi dua bagian. Enam pesawat terbang dari arah depan Istana Merdeka membentuk formasi ‘Sayap Sang Garuda’. Pesawat-pesawat The Jupiters terbang dengan mengeluarkan bom asap berwarna merah putih yang merupakan warna bendera Republik Indonesia.
Aksi berikutnya, dua pesawat The Jupiters menampilkan atraksi khas mereka, yaitu manuver ‘Snake Loop’. Dengan smoke trail merah putih, dua pesawat KT-1B Wongbee terbang meliuk-liuk di langit Monas, kemudian terbang rendah di langit Istana Merdeka dengan kecepatan rendah.
Penampilan The Jupiters kemudian ditutup dengan manuver pamungkas mereka, yaitu manuver ‘Clover Leaf Cascade’ yang membentuk pola daun semanggi digabungkan dengan gerakan meluncur turun seperti air terjun.
Terakhir, pesawat tempur TNI AU T-50i Golden Eagle terbang dengan callsign ‘Golden Flight’ menampilkan atraksi bomb burst, yaitu terbang tinggi dalam formasi rapat, kemudian memisahkan diri secara tiba-tiba, menukik, dan menyebar ke arah-arah yang berbeda.
Kemudian, pesawat-pesawat tempur TNI AU tersebut satu per satu terbang rendah dengan kecepatan tinggi melintasi Istana Merdeka.(Muh/*)






