Daerah  

Alunan Musik K-POP Sebagai Strategi Koping Dalam Menghadapi Tugas dan Pertemanan

Oleh: Nurul Isna

Kabarnanggroe.com, Kuliah bukan hanya sekedar duduk di bangku dan menerima ilmu yang diberikan oleh dosen, dibalik kehidupan kuliah yang saya jalani banyak momen-momen yang sangat membekas di hati saya, tugas dengan deadline yang berdekatan, dan pertemanan yang hancur. Semua permasalahan yang muncul tentunya menimbulkan stres, bagaimana saya dapat mengatasi stres yang muncul pada saat itu?

Banyak sekali cara untuk mengatasi stres, tentunya setiap individu memiliki caranya sendiri untuk mengatasi stres yang sedang dialaminya. Seperti membaca buku, berjalan-jalan, berbelanja, memakan makanan manis dan lain-lain. strategi koping yang saya gunakan adalah dengan mendengarkan musik dari salah satu grup Kpop generasi ke-empat yaitu ENHYPEN. Dengan mendengarkan musik yang kita sukai dapat memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang berperan dalam perasaan senang dan lega. Bagi saya pengalaman ini hadir bukan hanya dari melodi, tetapi juga dari narasi perjuangan yang kerap menjadi tema dalam musik dan perjalanan karier para idol.

Di saat banyaknya tugas dan deadline yang berdekatan, ingin rasanya saya menyelesaikan tugas-tugas tersebut secepatnya, tapi saya bingung harus mulai dari tugas yang mana terlebih dahulu. Di saat-saat seperti inilah yang membuat kepala saya rasanya ingin pecah, semakin saya pikirkan rasanya kepala saya semakin pusing dan berat. Selanjutnya apa yang saya lakukan? Saya meninggalkan tugas-tugas tersebut dan mengambil handpone lalu membuka aplikasi music, tidak lama Highway 1009 mengalun masuk ke telinga saya, rasanya kepala saya sedikit ringan mendengarkan suara member ENHYPEN mengalun indah ke dalam telinga saya, saya akan memberi jeda sekitar 10-15 menit kemudian untuk melanjutkan tugas-tugas tersebut.

Sejenak pusing yang saya rasakan berangsur-angsur berkurang tergantikan dengan rasa yang damai. Mungkin bagi orang-orang yang membaca ini bakal bingung, “kok bisa Cuma dengan memutar lagu Kpop bisa membuat pusing berkurang?” maka saya akan menjawab “Ya” tidak semua rasa pusing yang saya alami sepenuhnya menghilang, setidaknya dengan cara tersebut rasa pusing yang saya rasakan berkurang dan mampu membuat saya berfikir tugas yang mana terlebih dulu dikerjakan.

Tugas hanyalah stres ringan yang saya rasakan, setelah tugas-tugas tersebut selesai perasaan saya menjadi lega tidak ada lagi tugas dengan deadline yang berdekatan. Tapi bagaimana dengan permasalahan pertemanan? Masalah yang muncul tanpa diduga, masalah yang cukup sederhana tapi tidak sesederhana itu. Di sinilah K-Pop kembali hadir bukan sebagai solusi atas konflik itu, tetapi sebagai ruang untuk berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Permasalahan dengan teman dekat tentunya meninggalkan beban emosional tersendiri. Walaupun permasalahan itu telah teselesaikan rasanya tetap tidak sama seperti sebelumnya, perasaan seperti kesal, sedih, bahkan rasa canggung ketika berpapasan langsung. Di saat-saat seperti ini saya sempat menyalahkan diri saya “kenapa langsung ambil kesimpulan seperti itu?” “bisa saja mereka sibuk dan tak sempat membalas pesan ku” pertanyaan serta pernyataan seperti itu sering muncul di kepala saya. Hancurnya pertemana itu bermulai dari diri saya sendiri yang berburuk sangka dan langsung membuat kesimpulan yang bahkan mereka tidak bermaksut untuk melakukan hal tersebut.

Setelah kejadian tersebut saya merasa kalau saya memang tidak pantas berteman dengan mereka. Karena sifat buruk saya tersebut, memang sudah takdirnya mereka dijauhkan dari saya, mereka pantas mendapatkan teman yang jauh lebih baik, teman yang tidak suka berburuk sangka dan tidak suka membuat kesimpulan sendiri.

Dari kejadian tersebut saya belajar untuk tidak berburuk sangka, belum tentu apa yang saya pikirkan itu adalah sebuah kenyataan, itu hanyalah pikiran-pikiran buruk yang muncul di saat saya stres dengan tugas. Disaat seperti inilah saya akan mendengarkan lagu di mana lagu tersebut berisikan ajakan untuk berjuang melawan keraguan dan tetap percaya kepada diri sendiri di tengah tekanan yang berat, lagu itu berjudul “Into The I-land” lagu dari acara survival show “I-LAND” sebelum terbentuknya sebuah grup dengan nama ENHYPEN.

Lirik lagu tersebut seperti mengisyaratkan saya untuk terus melangkah meskipun tidak yakin dengan diri sendri, di mana saya juga tidak yakin apakah saya teman yang baik atau buruk bagi mereka, saya tidak yakin apakah perasaan yang saya rasakan itu benar, bahkan saya tidak yakin apakah hubungan yang sebelumnya terjalin itu dapat diperbaiki, tapi lagu ini seolah berkata bahwa ketidakyakinan itu bukan suatu alasan untuk berhenti mencoba.

Yang membuat saya yakin untuk mencoba adalah konteks di balik lagu tersebut, para peserta menghadapi penilaian setiap hari, diawasi dan selalu berada di ambang kegagalan. Tapi mereka tetap tidak menyerah, selalu berjuang untuk berlatih setiap hari. Saya belajar bahwa permasalahan dengan teman bukanlah akhir dari segalanya, prasangka buruk yang sudah terlanjur muncul bukan berarti saya orang yang tidak bisa berubah.

Apakah Kpop efektif sebagai strategi koping? jawabannya ada pada bagaiman kpop tersebut digunakan. Jika dijadikan jeda sehat untuk memulihkan energi mental sebelum kembali menghadapi masalah, maka fungsinya serupa dengan teknik relaksasi yang direkomendasikan dalam psikologi memberi ruang bagi sistem saraf untuk kembali ke kondisi tenang. Namun jika digunakan sebagai pelarian permanen yang menghindari masalah, maka potensi manfaatnya justru berbalik menjadi hambatan.