Pemko Banda Aceh Akan Tingkatkan Kualitas Pembinaan Koperasi

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh —  Pemerintah Kota Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor koperasi sebagai salah satu pilar penting perekonomian daerah. Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag), upaya peningkatan kualitas pembinaan koperasi kini menjadi fokus utama guna mendorong koperasi yang lebih sehat, profesional, dan berdaya saing.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Kamis (2/7/2026), menyampaikan bahwa pembinaan koperasi tidak lagi hanya bersifat administratif, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan,  manajemen, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi.

“Pembinaan yang kita lakukan ke depan harus lebih terarah dan berkualitas. Tidak hanya memastikan koperasi berjalan sesuai aturan, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar Bukhari.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan yang berkelanjutan agar koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal digitalisasi dan tata kelola yang transparan.

Ia menjelaskan, Diskopukmdag akan memperkuat program pembinaan melalui berbagai langkah konkret, seperti pelatihan manajemen koperasi, peningkatan kompetensi pengurus, serta pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan yang akuntabel. Selain itu, pihaknya juga akan mendorong koperasi untuk memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

“Ke depan, koperasi harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Kita akan dorong pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan usaha, sehingga koperasi bisa lebih modern dan kompetitif,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pengawasan juga akan dilakukan secara lebih intensif sebagai bagian dari proses pembinaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap koperasi menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi dan ketentuan yang berlaku.

Bukhari menegaskan, pembinaan yang berkualitas akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat menjadi pilihan utama dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Ketika koperasi dikelola dengan baik, transparan, dan profesional, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Ini yang kita harapkan, sehingga koperasi benar-benar menjadi sokoguru perekonomian daerah,” katanya.

Pemko Banda Aceh juga mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk aktif berpartisipasi dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan. Kolaborasi antara  pemerintah dan pelaku koperasi dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan koperasi yang tangguh dan berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimis kualitas koperasi di daerahnya akan terus meningkat, sekaligus mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.(Adv)