Tuanku Muhammad Pimpin DPW Gema Keadilan Aceh

*Siap Perkuat Kaderisasi Pemuda

SK Penetapan Tuanku Muhammad SPdI MAg, sebagai Pimpinan DPW Gema Keadilan Aceh, di Bandung, Jumat (17/7/2026). FOTO/ DOK MPA

Kabarnanggroe.com, Bandung – Tuanku Muhammad SPdI MAg, resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gema Keadilan Aceh setelah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Gema Keadilan yang berlangsung di Bandung, Jumat (17/7/2026).

Amanah tersebut menjadi langkah awal bagi Tuanku Muhammad untuk memperkuat kaderisasi pemuda serta mengembangkan Gema Keadilan sebagai wadah pembinaan generasi muda di Aceh.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi organisasi dalam memperkuat jaringan kepemudaan di daerah. Kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas generasi muda.

Usai ditetapkan sebagai Ketua DPW Gema Keadilan Aceh, Tuanku Muhammad menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk membawa organisasi tersebut menjadi ruang pembinaan generasi muda yang aktif, produktif, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Amanah ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghadirkan Gema Keadilan di Aceh sebagai organisasi yang mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Tuanku Muhammad.

SK Penetapan Tuanku Muhammad SPdI MAg, sebagai Pimpinan DPW Gema Keadilan Aceh

Ia menjelaskan, kepengurusan yang akan dibentuk nantinya akan memprioritaskan penguatan kaderisasi, peningkatan kapasitas kepemimpinan pemuda, transformasi digital organisasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, hingga komunitas di Aceh.

Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari perkembangan teknologi digital, penguatan ekonomi, hingga menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kami ingin Gema Keadilan di Aceh menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi anak-anak muda. Organisasi ini harus hadir dengan gagasan, karya, dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat kami adalah bergerak bersama, menginspirasi, dan mengabdi untuk Aceh yang lebih maju. Juga tentunya menjadi rahim untuk melahirkan calon-calon pemimpin dari PKS,” katanya.

Munas Gema Keadilan juga menjadi momentum konsolidasi organisasi secara nasional guna memperkuat jaringan kepemudaan di seluruh Indonesia. Melalui terbentuknya kepengurusan wilayah yang baru, diharapkan sinergi antara pengurus pusat dan daerah semakin solid sehingga pelaksanaan program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Pada forum yang sama, Munas juga menetapkan Rahmat Saleh sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gema Keadilan periode 2026–2031. Rahmat Saleh merupakan anggota DPR RI Fraksi PKS yang saat ini bertugas di Komisi VI.

Dengan kepengurusan baru di tingkat pusat maupun wilayah, Gema Keadilan diharapkan semakin berperan sebagai wadah strategis dalam mencetak pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, inovatif, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keadilan, pengabdian, serta kemajuan bangsa.(Wahyu/*)