Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Ketua Komunitas Antar Travel Umrah dan Haji Aceh (KATUHA), Ust. H. Mahfudz A. Makam, menyoroti lonjakan harga tiket penerbangan umrah di sejumlah maskapai yang beroperasi di Aceh. Kenaikan harga yang disebut mencapai kisaran Rp5 hingga Rp6 juta per jamaah itu dinilai sangat memberatkan travel maupun calon jamaah umrah.
Menurutnya, dampak kenaikan harga tiket saat ini dirasakan hampir seluruh penyelenggara perjalanan umrah di Aceh. Banyak travel mengalami penurunan jumlah jamaah karena harga paket umrah ikut mengalami penyesuaian cukup tinggi.
“Lonjakan harga tiket ini sangat dirasakan oleh seluruh travel. Banyak jamaah yang akhirnya menunda keberangkatan karena harga paket berubah cukup jauh dari sebelumnya,” ujar Ust. Mahfudz, Jumat (9/5/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut juga memicu keluhan dari masyarakat yang sebelumnya telah merencanakan keberangkatan umrah bersama keluarga. Tidak sedikit jamaah yang merasa keberatan setelah mengetahui adanya penyesuaian biaya perjalanan.
“Kami memahami kondisi global saat ini memang berdampak terhadap dunia penerbangan. Namun kami berharap ada perhatian dan andil pemerintah untuk melihat kondisi ini, sehingga kenaikan harga tiket tidak terlalu membebani masyarakat,” katanya.
KATUHA juga berharap maskapai penerbangan dan pihak terkait dapat mencari solusi terbaik agar harga tiket umrah dapat kembali stabil, terutama menjelang musim umrah 1448 Hijriah yang permintaannya terus meningkat.
Meski demikian, Ust. Mahfudz mengajak seluruh travel dan jamaah untuk tetap bersabar menghadapi situasi yang sedang terjadi. Ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari ujian yang harus dihadapi bersama dengan penuh ikhtiar dan keyakinan.
“Kita percaya semua ini adalah ketentuan Allah SWT. Tugas kita adalah terus berikhtiar, bersabar, dan berprasangka baik kepada Allah dalam menghadapi kondisi saat ini,” pungkasnya.(Zal)






