Kabarnanggroe.com, Pangkalpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau tahun ini.
Imbauan disampaikan seiring dengan prakiraan kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi menyebutkan, kemarau tahun ini berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan secara signifikan, sehingga berdampak pada ketersediaan air bersih, sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berdasarkan prediksi cuaca BMKG tahun ini, akan lebih panjang musim kemarau dan lebih kering karena potensi adanya El Nino,” kata Slamet kepada RRI, Jumat, 1 Mei 2026.
Untuk kemaraunya lebih awal, diperkirakan Mei – Juni 2026 dan lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
Dengan kondisi ini dikatakan Slamet, masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini, seperti menghemat penggunaan air, menjaga sumber air, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menghadapi musim kemarau. Penggunaan air secara bijak dan pencegahan kebakaran menjadi kunci utama untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.
Selain itu, BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca dan iklim secara berkala serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai kanal resmi.
Pemerintah daerah juga diminta berkoordinasi dalam menyiapkan langkah mitigasi, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
“Sektor pertanian, dapat menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim serta memanfaatkan teknologi irigasi yang efisien guna menjaga produktivitas lahan,” katanya.
Menurut Slamet, kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar dampak musim kemarau, khususnya kekeringan, dapat diminimalisir dan tidak mengganggu aktivitas serta perekonomian masyarakat.
Pemkab Bangka melalui Satpol PP Bangka telah membentuk Satgas penanganan kebakaran.
“Tidak hanya melibatkan OPD terkait, tapi kita juga sosialisasikan kepada tingkat kecamatan, desa dan kelurahan agar ikut mencegah terjadinya kebakaran,” kata Plh.
Kasatpol PP Bangka Achmad Suherman.
Melalui satgas, termasuk lintas TNI, Polri, PDAM bersama melakukan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.(Muh/*)






