11 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, Berlanjut ke 15 Titik

Jembatan bailey Kuta Blang-Bireuen telah rampung dibangun dan sudah bisa dilalui kendaraan sejak akhir Desember 2025. FOTO/FB.SCREENSHOT

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Sebanyak 11  jembatan bailey di Provinsi  Aceh sudah rampung 100 persen pada Sabtu (10/1/2026) dan telah menyambungkan kembali akses di wilayah Aceh yang terputus akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Dari 11 jembatan bailey yang dibangun dengan bantuan personel dari Kodam Iskandar Muda (IM) tersebut, lima di antaranya ada di Kabupaten Bireuen.

Yakni jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, dan Kutablang.

Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Bener Meriah-Takengon, sementara Jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan ruas jalan Bireuen-Lhokseumawe.

Kemudian, Jembatan Jeumpa/Cot Bada yang menghubungkan ruas jalan Peudada ke Bireuen, Jembatan Matang Bangka yang menghubungkan ruas jalan Gampong Matang Bangka dan Matang Teungoh, dan Jembatan Kutablang yang menghubungkan Bireuen-Lhokseumawe.

Enam jembatan lainnya terletak di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara. Di Bener Meriah, jembatan yang sudah selesai adalah Jembatan Weh Pase (Aceh Utara-Bener Meriah), Timang Gajah (Bireuen-Bener Meriah-Takengon), dan Jamur Ujung 1 (Bireuen-Bener Meriah-Takengon).

Lalu, di Aceh Utara yakni Jembatan Panton Nisam (Jalan Aceh Utara), Bukit Dara Bhaktya (Kecamatan Bhaktya-Lhoksukon), dan Beutong Ateuh (Takengon-Nagan Raya).

Pembangunan 15 jembatan bailey di titik lainnya terus dikebut pemerintah dengan bantuan personel TNI.

Beberapa yang sudah menunjukkan kemajuan signifikan yakni Jembatan Jamur Ujung 2 (70 persen), Bener Kelipah (89 persen), dan Wehni Rongka (65 persen).(Muh/*)