Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., M.Si., memberikan materi dalam kegiatan Penyuluhan, Sosialisasi, dan Edukasi Kesehatan serta Pencegahan HIV/AIDS bertema “Hidup Sehat, Remaja Bebas HIV/AIDS” yang berlangsung di Paopia Coffee, Banda Aceh, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29-30 September 2026, tersebut diikuti 50 remaja putra-putri dari wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam dan Puskesmas Lampulo. Para peserta diberikan pemahaman tentang kesehatan remaja, perilaku berisiko, narkoba, HIV/AIDS, serta pentingnya membangun pola hidup sehat.

Materi yang disampaikan merupakan “Pemahaman Dasar HIV/AIDS dan Perilaku Beresiko Remaja” pada topik ini memberikan pemahaman kepada remaja mengenai HIV/AIDS, cara penularan, perilaku berisiko, serta pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari stigma terhadap orang dengan HIV.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP, M.Si., mengatakan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS penting diberikan kepada remaja agar mereka mampu mengenali risiko dan menjaga diri. Ia menegaskan HIV merupakan persoalan kesehatan medis yang tidak seharusnya dikaitkan dengan stigma terhadap karakter seseorang.
“Kita ingin remaja memahami HIV/AIDS secara benar, termasuk mengetahui bagaimana penularannya dan bagaimana cara mencegahnya. Dengan pengetahuan yang baik, mereka tidak hanya mampu melindungi diri, tetapi juga tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” katanya.

Dalam materi tersebut, peserta dijelaskan bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti bersalaman, berpelukan, duduk bersebelahan, berbagi makanan dan minuman, maupun menggunakan toilet bersama. Remaja juga diingatkan untuk menghindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik tidak steril, serta lebih kritis dalam menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial.
“Kami juga mengingatkan remaja agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang hanya karena viral. Pastikan sumbernya jelas dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kekhawatiran atau pernah mengalami risiko. Yang paling penting, jaga diri, pilih lingkungan pertemanan yang sehat dan berani mencari bantuan medis ketika diperlukan,” ujar Wahyudi. (Zal)






