Presiden Iran Tegaskan Blokade AS Pasti Akan Gagal

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. FOTO/REUTERS

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan memperparah gangguan di kawasan Teluk, dan akan gagal mencapai tujuannya.

“Setiap upaya untuk memberlakukan blokade atau pembatasan maritim bertentangan dengan hukum internasional… dan pasti gagal,” kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut “tidak hanya akan gagal meningkatkan keamanan regional, tetapi sebenarnya merupakan sumber ketegangan dan gangguan terhadap stabilitas yang langgeng di Teluk Persia”.

Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan dan pantai Iran pada 13 April, beberapa hari setelah gencatan senjata menghentikan perang dengan Iran.

Adapun militer Iran telah menutup Selat Hormuz yang strategis, jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas global. Iran baru-baru ini juga mengancam akan “merespons” jika blokade AS berlanjut.

Pada hari Rabu lalu, penasihat militer dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengulangi peringatan tersebut, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Kami tidak akan mentolerir blokade angkatan laut. Jika berlanjut, Iran akan merespons,” kata Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran, yang ditunjuk sebagai penasihat militer oleh Khamenei pada bulan Maret lalu.

Ia juga memperingatkan terhadap babak baru pertempuran antara AS dan Iran, dengan mengatakan bahwa hal itu mungkin akan menyebabkan kapal-kapal AS tenggelam dan “tentara mereka akan terbunuh.”

“Jika AS memulai perang lagi, mereka harus mengharapkan bahwa kami akan menawan sejumlah besar dari mereka,” tambahnya kepada televisi pemerintah Iran.

Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan AS “tidak akan mendapatkan hasil apa pun” dari blokade tersebut. Dia pun menepis kekhawatiran apa pun tentang pasokan dan distribusi minyak.

“Para karyawan industri minyak bekerja siang dan malam untuk memastikan tidak ada masalah dalam penyediaan layanan,” katanya kepada televisi pemerintah.(Muh/*)