Peaceful Muharram 1448 H: MIN 6 Aceh Besar Gelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Tebar Kepedulian di Awal Tahun Hijriah

Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Dalam rangka menyemarakkan Peaceful Muharram 1448 Hijriah, MIN 6 Aceh Besar menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dengan menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung di halaman depan MIN 6 Aceh Besar, Gampong Lampupok Raya, Kecamatan Indrapuri, Jumat (26/06/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 6 Aceh Besar, T. Wildan Nur, S.Ag., menyerahkan secara simbolis 10 paket bantuan kepada para penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli seragam, sepatu, tas sekolah, serta perlengkapan belajar lainnya.

Dalam sambutannya, T. Wildan Nur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan Muharram, yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan kasih sayang.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima dan membantu memenuhi kebutuhan sekolah mereka. Terima kasih kepada seluruh donatur, khususnya Bapak dan Ibu ASN MIN 6 Aceh Besar, atas keikhlasan berbagi. Semoga setiap rupiah yang diinfaqkan menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya.

Ia juga berharap semangat berbagi ini terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak anak yatim dan penyandang disabilitas yang dapat merasakan manfaatnya.

“Semoga ke depan kita dapat terus menginfaqkan sebagian rezeki yang Allah titipkan dengan jumlah yang lebih besar lagi. Bukan tentang sedikit atau banyaknya yang kita berikan, tetapi tentang ketulusan hati untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Kegiatan Peaceful Muharram: Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan tersebut, MIN 6 Aceh Besar berharap budaya berbagi dan saling membantu terus menjadi bagian dari karakter seluruh warga madrasah, sehingga keberadaan madrasah tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekitar.(Herman)