Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Menteri Kebudayaan RI

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerima penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc., atas usulan penetapan tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTB). FOTO/ Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Masri Hanif, SP

Kabarnanggroe.com, Meulaboh –  Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerima penghargaan dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc., atas usulan penetapan tiga Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada tahun 2025

Tari Pho, Sulubayung, dan Bloh Apui, penghargaan tersebut diterima di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, 22 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Masri Hanif, SP, pada rri.co.id, Sabtu (24/10/2026) mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya pemerintah daerah kabupaten Aceh barat dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah mengusulkan ketiga warisan budaya tersebut kepada pemerintah pusat agar mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Menurutnya, Tari Pho, Sulubayung, dan Bloh Apui merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu terus dijaga keberadaan dan kelestariannya agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Pengakuan dan penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian berbagai pihak, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mempelajari, serta melestarikan tradisi dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian budaya daerah melalui pendataan, pengusulan warisan budaya, serta berbagai upaya pengembangan dan promosi kebudayaan lokal.

Dengan adanya pengakuan tersebut, diharapkan Tari Pho, Sulubayung, dan Bloh Apui semakin dikenal luas serta menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Aceh Barat.(Muh/*)