Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola koperasi melalui langkah strategis berupa validasi data koperasi secara menyeluruh. Kegiatan ini dinilai penting untuk memastikan akurasi informasi serta mendukung kebijakan pembinaan yang lebih tepat sasaran.
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Kamis (25/6/2026), mengatakan bahwa validasi data menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem pengawasan dan pengembangan koperasi di daerah. Menurutnya, data yang valid dan terbarukan akan memberikan gambaran riil mengenai kondisi koperasi, baik dari aspek kelembagaan, keanggotaan, hingga aktivitas usaha.
“Validasi ini bukan sekadar pendataan ulang, tetapi bagian dari upaya kita memastikan koperasi berjalan sesuai aturan dan memiliki kinerja yang sehat. Dengan data yang akurat, pembinaan dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan dengan menelusuri berbagai aspek penting, termasuk legalitas koperasi, kepengurusan, laporan keuangan, serta kegiatan operasional. Selain itu, Diskopukmdag juga melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi faktual.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi. Dengan adanya data yang valid, pemerintah dapat mengidentifikasi koperasi aktif, tidak aktif, maupun yang memerlukan pembinaan khusus.
Bukhari menambahkan, validasi data ini juga akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan strategis ke depan, termasuk dalam pemberian bantuan, pelatihan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh koperasi yang membutuhkan dan berpotensi berkembang. Karena itu, data harus benar-benar akurat,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong koperasi untuk lebih proaktif dalam melaporkan perkembangan usahanya secara berkala. Hal ini penting agar pemerintah dapat terus memantau dan memberikan pendampingan yang diperlukan.
Melalui langkah ini, Diskopukmdag Banda Aceh berharap koperasi di daerah tersebut dapat tumbuh lebih sehat, profesional, dan berdaya saing. Validasi data pun menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ekosistem koperasi yang kuat dan berkelanjutan di Kota Banda Aceh.
Dengan penguatan basis data yang akurat dan terintegrasi, diharapkan koperasi mampu menjadi pilar ekonomi masyarakat yang tangguh serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Adv)
