Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Usai resmi menakhodai Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Aceh Besar periode 2026–2030, Muhammad Raisul Akram ST langsung menetapkan pembinaan atlet dan penyelenggaraan turnamen terbuka se-Aceh sebagai program prioritas untuk meningkatkan prestasi olahraga biliar di daerah.
Raisul Akram menegaskan, kepengurusannya akan berfokus pada pembinaan atlet usia muda secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kualitas atlet harus diimbangi dengan penyelenggaraan kompetisi yang rutin sehingga para pebiliar memiliki pengalaman bertanding sebelum tampil di ajang yang lebih tinggi.
“Salah satu program yang akan kami laksanakan adalah menggelar turnamen terbuka se-Aceh. Kegiatan ini menjadi wadah bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang sebelum mengikuti Kejurda, PORA maupun Kejurnas,” ujarnya, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) POBSI Aceh Besar yang digelar di Kantor KONI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (18/7/2026).
Raisul Akram terpilih secara aklamasi Muscab dihadiri Ketua Harian Pengprov POBSI Aceh Sahlan, Sekretaris Umum KONI Aceh Besar Ifwandi SPd MPd, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Aceh Besar Hamdani SPd, serta para pengurus dan pegiat olahraga biliar.

Selain menetapkan ketua, forum juga membentuk tim formatur yang dipimpin Raisul Akram, didampingi Syarihul Alim sebagai sekretaris dan Ridani sebagai anggota untuk menyusun kepengurusan POBSI Aceh Besar masa bakti 2026–2030.
Pada kesempatan itu, Raisul mengungkapkan, Aceh Besar memiliki potensi atlet yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, pembinaan yang terarah dan kompetisi yang berkesinambungan diyakini mampu melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Raisul juga berkomitmen mengubah pandangan masyarakat terhadap olahraga biliar yang selama ini masih kerap dipersepsikan negatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa biliar adalah cabang olahraga prestasi. Dengan pembinaan yang baik dan kegiatan yang positif, stigma negatif itu perlahan bisa dihilangkan,” katanya.
Raisul menilai, keputusannya maju sebagai Ketua Pengcab POBSI Aceh Besar dilandasi keinginan untuk memberikan kontribusi bagi daerah kelahirannya.
“Saya putra asli Aceh Besar dari Kecamatan Seulimeum. Saya ingin ikut membangun olahraga biliar di daerah ini agar semakin berkembang dan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi,” ungkapnya.
Ia menyatakan, keberhasilan kontingen Aceh pada cabang olahraga biliar di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan. Pada ajang tersebut, Aceh berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
“Prestasi yang diraih Aceh pada PON XXI menjadi modal dan motivasi bagi kami untuk terus membangun olahraga biliar di Aceh Besar. Potensi atlet kita sangat besar, tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara terarah dan berkesinambungan,” paparnya.
Lebih lanjut, Raisul Akram menegaskan, di bawah kepemimpinannya POBSI Aceh Besar akan fokus memperkuat sistem pembinaan, memperbanyak penyelenggaraan turnamen, serta membangun ekosistem olahraga biliar yang lebih profesional. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga mengharumkan nama Aceh Besar dan Aceh pada ajang nasional hingga internasional.
“Kami ingin menjadikan Aceh Besar sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan pebiliar berkualitas. Dengan pembinaan yang baik, kompetisi yang rutin, serta dukungan semua pihak, saya optimistis akan lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi di Kejurda, PORA, Kejurnas, bahkan mewakili Indonesia di ajang internasional,” pungkasnya.(C’Boy)






