Diskopukmdag Banda Aceh Intensifkan Pembinaan Berbasis Pengawasan

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh— Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat pembinaan koperasi melalui pendekatan berbasis pengawasan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola koperasi agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Sabtu (20/6/2026), mengatakan bahwa pembinaan berbasis pengawasan merupakan strategi penting untuk memastikan koperasi tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga mampu berkembang secara sehat dan berdaya saing.

“Pengawasan tidak hanya berfungsi sebagai kontrol, tetapi juga menjadi sarana pembinaan. Dengan pengawasan yang intensif, kita dapat mendeteksi sejak dini berbagai potensi permasalahan sekaligus memberikan solusi yang tepat bagi koperasi,” ujar Bukhari.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan tidak semata bersifat administratif, tetapi juga mencakup aspek operasional dan manajerial koperasi, termasuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP). Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta prinsip-prinsip koperasi yang sehat.

Ia menjelaskan, melalui pendekatan ini, pihaknya dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja koperasi, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi, kualitas laporan keuangan, hingga tata kelola organisasi. Hasil pengawasan tersebut kemudian menjadi dasar dalam memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran.

“Dengan pembinaan yang berbasis pada hasil pengawasan, kita bisa memberikan rekomendasi yang konkret dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Ini tentu akan lebih efektif dalam mendorong perbaikan kinerja koperasi,” tambahnya.

Selain itu, Diskopukmdag juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi melalui berbagai kegiatan pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan. Upaya ini dinilai penting agar pengurus koperasi memiliki pemahaman yang baik terhadap tata kelola yang benar dan mampu mengelola usaha secara profesional.

Bukhari menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan pembinaan koperasi di Kota Banda Aceh. Ia berharap, dengan sinergi antara  pemerintah dan pengelola koperasi, keberadaan koperasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Ke depan, kita ingin koperasi di Banda Aceh benar-benar menjadi pilar ekonomi yang kuat, mandiri, dan mampu bersaing. Untuk itu, pengawasan dan pembinaan harus berjalan seiring dan saling mendukung,” pungkasnya.

Melalui langkah ini,  Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis koperasi akan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggotanya maupun masyarakat secara umum.(Adv)