Strategi Pelatih PSAB Belum Seluruhnya Mampu Diterapkan Pemain

Pelatih PSAB, Mukhlis Nakata menjelaskan pola permainan yang akan diterapkan untuk uji coba dengan DeGe FC di Lapangan Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (19/11/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Strategi dan taktik yang diterapkan oleh pelatih PSAB Mukhlis Nakata bersama asisten M Hidayat dan Faumi Syahreza belum mampu diterapkan oleh seluruh pemain dalam laga uji coba di Lapangan Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (19/11/2025) sore.

Permainan yang seharusnya berjalan seperti bola mengalir sesuai pergerakan pemain dengan tujuan tidak membahayakan gawang sendiri menjadi petaka dalam laga tersebut.

Kemampuan kiper dalam membaca permainan juga harus dipertajam, tidak hanya mengandalkan pola serangan dari bawah, tetapi juga harus mampu menjangkau seluruh lapangan.

Kejelian seorang kiper membaca pergerakan pemain menjadi kunci penting menjaga area pertahanan tetap aman dari serangan. Seperti perhatian kiper saat akan memulai lagi permainan, bukan hanya ke pemain sendiri, tetapi juga pemain lawan.

Kondisi itu sempat dilontarkan oleh Mukhlis Nakata jelang laga uji coba dimulai, bahkan pada latihan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Selasa (18/11/2025) sore, juga telah disampaikan skema yang harus diterapkan dalam sebuah pertandingan.

Manajer PSAB, Wahyu ‘Al-Yunirun’ dalam arahan kepada pemain sempat menegaskan, antara kaki dan kepala harus menyatu dalam bermain sepakbola, sehingga kemampuan membaca permainan akan terjaga dengan baik.

Pemain PSAB (kaos kuning) berusaha menyundul bola ke area tengah lapangan hasil umpan terobosan pemain DeGe FC dalam laga uji coba di Lapangan Cot Preh, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Rabu (19/11/2025) sore. FOTO/MUHAMMAD NUR

Kembali lagi ke uji coba ini, saat pemain lawan sedang mengepung area pertahanan, kiper seharusnya mengirim bola lambung jauh ke depan, ke pemain yang sudah siaga di depan, bukan ke pemain terdekat, karena belum aman dari serangan.

Begitu juga dengan pemain, pola dukungan atau berlapis saat mendapat tekanan atau melakukan serangan harus dipertajam kembali, seperti rencana crossing seorang pemain di depan gawang sia-sia, jika tidak ada pemain sendiri di area tersebut.

Hal itu terjadi berulang kali dalam serangan PSAB ke area gawang DeGe FC, sehingga mudah digagalkan. Begitu juga dengan pembacaan pergerakan pemain, mengirim bola ke pemain lebih aman dari hadangan lawan.

Dengan kondisi itu, Nakata yang berada di pinggir lapangan sempat berteriak beberapa kali kepada pemain yang sedang bermain di lapangan agar menerapkan strategi yang telah disepakati sebelumnya.

Tetapi, itulah sepakbola, tidak semua rencana yang dipersiapkan pelatih dapat diterapkan oleh pemain dengan baik, karena ada berbagai alasan dari pemain itu sendiri.

Dengan pertandingan Liga 4 Zona Aceh 2025/2026 yang tinggal menghitung hari, pelatih tentunya harus mempersiapkan pemain lebih baik lagi melalui latihan lebih intensif lagi, sehingga akan mampu meraih target yang ditetapkan oleh manajemen PSAB. Semoga saja! (Muh)