Diskopukmdag Banda Aceh: Pengawasan KSP Perkuat Kinerja Organisasi Koperasi

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi koperasi secara menyeluruh.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Kamis (16/7/2026), menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan tidak hanya bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong koperasi agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pengawasan yang intensif akan memberikan dampak positif terhadap tata kelola koperasi, khususnya dalam aspek manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, serta pelayanan kepada anggota. “KSP harus dikelola secara baik dan benar. Pengawasan menjadi kunci agar koperasi mampu menjaga kepercayaan anggota sekaligus meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan pengawasan dilakukan melalui berbagai langkah strategis, seperti pemeriksaan rutin laporan keuangan, evaluasi kinerja pengurus dan pengawas, serta pembinaan langsung kepada pengelola koperasi. Selain itu, Diskopukmdag juga mendorong penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas simpan pinjam guna meminimalisir risiko.

Bukhari menambahkan, koperasi yang memiliki sistem pengawasan internal yang baik cenderung lebih stabil dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya terus mengingatkan pentingnya peran pengurus dan pengawas koperasi dalam menjalankan fungsi kontrol secara optimal.

“Pengurus dan pengawas harus aktif. Jangan hanya formalitas, tetapi benar-benar menjalankan tugasnya untuk memastikan operasional koperasi berjalan sesuai aturan dan prinsip koperasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Diskopukmdag juga membuka ruang konsultasi bagi koperasi yang menghadapi kendala dalam pengelolaan organisasi maupun keuangan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu koperasi dalam memperbaiki sistem manajemen serta meningkatkan kualitas layanan kepada anggota.

Dalam upaya jangka panjang, pengawasan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ekosistem koperasi yang sehat dan berdaya saing. Dengan demikian, koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi pilar penguatan ekonomi masyarakat di Kota Banda Aceh.

“Jika pengawasan berjalan efektif, maka kinerja organisasi koperasi akan semakin baik, kepercayaan anggota meningkat, dan koperasi dapat tumbuh sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri,” pungkasnya.(Adv)

Exit mobile version