Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) akan melakukan penilaian kesehatan koperasi secara menyeluruh sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja lembaga koperasi di daerah.
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Selasa (16/6/2026), mengatakan bahwa penilaian kesehatan koperasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap koperasi beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip perkoperasian yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, koperasi yang sehat tidak hanya dinilai dari aspek keuangan, tetapi juga dari kelembagaan, manajemen, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi secara komprehensif agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi riil koperasi, sehingga pembinaan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja koperasi,” ujar Bukhari.
Ia menjelaskan, dalam proses penilaian tersebut, sejumlah indikator akan menjadi fokus utama, seperti kualitas laporan keuangan, tingkat likuiditas, solvabilitas, serta kemampuan koperasi dalam memberikan pelayanan kepada anggota. Selain itu, aspek tata kelola organisasi juga menjadi perhatian, termasuk peran aktif pengurus dan pengawas dalam menjalankan fungsi masing-masing.
Bukhari menambahkan, hasil dari penilaian kesehatan koperasi nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembinaan dan pengawasan ke depan. Koperasi yang dinilai sehat akan didorong untuk terus berkembang, sementara koperasi yang masih memiliki kelemahan akan diberikan pendampingan khusus.
“Melalui penilaian ini, kita ingin memastikan bahwa koperasi benar-benar menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” tambahnya.
Selain itu, Pemko Banda Aceh juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi. Hal ini dilakukan agar pengurus koperasi memiliki pemahaman yang lebih baik terkait manajemen usaha dan pengelolaan keuangan yang profesional.
Bukhari juga mengajak seluruh pengurus koperasi di Banda Aceh untuk bersikap terbuka dan kooperatif dalam proses penilaian tersebut. Ia menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam menciptakan koperasi yang sehat dan dipercaya oleh masyarakat.
Dengan langkah ini, diharapkan koperasi di Kota Banda Aceh dapat tumbuh lebih kuat, profesional, serta mampu bersaing di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Adv)






