Kabarnanggroe.com, ACEH BESAR – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2M MI) Kabupaten Aceh Besar menggelar rapat rutin bulanan yang berlangsung di MIN 1 Aceh Besar dengan diikuti seluruh kepala madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi, evaluasi program, serta menyusun langkah-langkah pengembangan pendidikan madrasah ke depan. Sabtu, (16/05/2026)
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting terkait pelaksanaan berbagai program dan kegiatan madrasah, baik yang telah berlangsung maupun rencana kegiatan lanjutan. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah evaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), olimpiade, dan ujian akhir madrasah yang telah dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
Ketua K2M MI Aceh Besar, Nurharlina, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa evaluasi bersama menjadi langkah penting untuk melihat capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi setiap madrasah. Menurutnya, melalui forum ini para kepala madrasah dapat saling berbagi pengalaman, solusi, dan strategi demi peningkatan kualitas pendidikan.
“Rapat rutin ini bukan sekadar agenda bulanan, tetapi menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, dan penguatan bersama dalam membangun mutu pendidikan madrasah ibtidaiyah yang lebih baik di Aceh Besar,” ujar Nurharlina.
Selain melakukan evaluasi, peserta rapat juga membahas berbagai program lanjutan serta agenda rutin K2M MI Aceh Besar sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar kepala madrasah. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan pendidikan, pengembangan prestasi siswa, serta penguatan tata kelola kelembagaan madrasah.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas rencana pelaksanaan pelatihan penguatan kepala madrasah yang akan menjadi salah satu program prioritas ke depan. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi profesional, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial kepala madrasah sehingga lebih siap menghadapi dinamika serta tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Nurharlina menegaskan, kepala madrasah memiliki peran sentral sebagai pemimpin pendidikan yang tidak hanya bertanggung jawab pada administrasi, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak inovasi di lingkungan madrasah masing-masing.
Selain itu, dirinya berharap dengan agenda rapat rutin ini. bisa terbangun komunikasi yang semakin kuat, kerja sama yang solid, serta komitmen bersama antar kepala madrasah untuk terus mendorong kemajuan pendidikan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Aceh Besar, sehingga mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Reportase: Athailah
Editor: Abrar






