BSI Aceh Dorong Literasi Keuangan Syariah Melalui Kajian Ramadhan Bersama Insan Pers

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan sambutannya dalam Kajian Ramadhan yang digelar di Masjid Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Senin (16/1/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, Imsak Ramadhan, menegaskan komitmen BSI untuk terus menjalankan sistem perbankan berbasis syariah secara konsisten serta mendorong penguatan ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Imsak Ramadhan menyampaikan bahwa BSI saat ini terus berkembang dan telah menjadi salah satu bank kebanggaan Indonesia, bahkan telah masuk dalam jajaran enam bank terbaik.

“BSI tetap istiqamah menjalankan perbankan syariah dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Saat ini BSI sudah masuk peringkat keenam sebagai bank terbaik, dan insyaallah kita akan terus berjuang agar ke depan bisa mencapai peringkat satu,” ujarnya, dalam kegiatan Kajian Ramadhan: Sosialisasi Keuangan Syariah untuk Insan Pers yang digelar di Masjid Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Senin (16/1/2026).

Ia mengatakan, bulan suci Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan berbasis syariah.

Menurutnya, BSI juga terus berupaya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sistem keuangan syariah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Ramadan menjadi momen untuk memperkuat nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi. Kami terus mendorong percepatan kemajuan ekonomi masyarakat demi mendukung kemajuan Indonesia,” jelasnya.

Imsak juga menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang selama ini menjadi mitra strategis BSI dalam menyampaikan berbagai informasi positif kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi antara BSI dan insan pers terus terjalin, khususnya dalam menyebarluaskan edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan wartawan yang selama ini telah menjadi mitra strategis BSI dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terima kasih atas kerja sama dan sinerginya selama ini,” katanya.

Sementara itu, penceramah dalam kajian tersebut, Tgk Mursalin Basyah, menilai peran media sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih terbatas pemahamannya.

Menurutnya, media memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan ceramah yang biasanya hanya berlangsung di masjid atau meunasah.

“Di pedesaan, pengelolaan keuangan syariah masih terbatas. Di sinilah peran media sangat besar untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan berbasis syariah,” ucapnya.

Ia bahkan menilai kontribusi wartawan dalam menyebarkan informasi kebaikan memiliki dampak besar karena tulisan yang dipublikasikan dapat terus dibaca dan memberi manfaat dalam jangka panjang.

“Kalau dibandingkan penceramah dengan wartawan, bisa jadi lebih besar pahala wartawan. Karena dakwah melalui tulisan itu sifatnya permanen dan bisa menjangkau banyak orang,” kata Tgk Mursalin.

Karena itu, ia mengajak para wartawan untuk memanfaatkan profesinya sebagai sarana dakwah melalui tulisan yang mengedukasi masyarakat, khususnya terkait nilai-nilai syariah.

“Beramalah dengan pena dan tulisan. Bisa jadi melalui tulisan berbasis syariah yang kita sebarkan kepada publik, itu menjadi jalan kebaikan bagi kita,” pungkasnya.(Wahyu)