Kabarnanggroe.com, Leupung – Panglima Laot Leupung, Muhammad Hasan Is atau yang akrab disapa Ngoh Hasan, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi khanduri laot sebagai warisan budaya leluhur. Tradisi ini digelar sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama demi keselamatan serta kelancaran rezeki para nelayan di Leupung.
“Khanduri laot ini adalah warisan nenek moyang kami yang harus terus dilestarikan. Di sini, kami menggunakan daging kerbau dalam kenduri, bukan daging sapi atau hewan lain. Ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang terus kami lakukan setiap tahunnya,” ujar Ngoh Hasan dalam khanduri laot di Leupung, Aceh Besar, Kamis (16/1/2025).
Acara yang berlangsung bertepatan dengan bulan purnama tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada 68 anak yatim dan doa bersama. Ngoh Hasan menjelaskan, bulan purnama dipilih karena menjadi masa istirahat para nelayan dari aktivitas melaut.
“Biasanya khanduri laot dilaksanakan dua tahun sekali, tetapi santunan anak yatim tetap rutin dilakukan setiap tahun. Tahun ini, pelaksanaan khanduri laot bergeser ke bulan Januari karena bertepatan dengan khanduri maulid dan peringatan tsunami,” jelasnya.
Selain mengangkat tradisi, Ngoh Hasan juga menyampaikan keluhan terkait sulitnya nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Dari 127 armada nelayan di Leupung, hanya 23 unit yang mendapatkan rekomendasi pembelian BBM, itupun hanya untuk solar.
“Yang sangat dibutuhkan oleh nelayan di sini adalah minyak Pertalite. Mayoritas mesin perahu kami menggunakan mesin dompeng dan Enduro. Kami berharap Bapak Bupati dapat membantu mengatasi persoalan ini,” ungkapnya.
Ngoh Hasan menambahkan, sekitar 70% warga Leupung berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat memberikan perhatian lebih agar para nelayan mampu mencukupi kebutuhan keluarga dan mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Kita sangat mengharapkan agar para nelayan mendapatkan penambahan jumlah rekom untuk perolehan BBM subsidi, khususnya jenis Pertalite,” imbuhnya.(WD)






