Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan koperasi melalui program pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas tata kelola serta daya saing koperasi di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Rabu (15/7/2026), mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) koperasi.
“Pendampingan ini kita lakukan secara intensif agar koperasi mampu berkembang secara sehat, transparan, dan akuntabel. Kita ingin koperasi di Banda Aceh benar-benar menjadi pilar ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah koperasi yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari pengelolaan keuangan, penyusunan laporan, hingga pemahaman regulasi. Oleh karena itu, Diskopukmdag hadir untuk memberikan bimbingan teknis, konsultasi, serta monitoring secara berkala.
Ia menjelaskan, program pendampingan ini juga mencakup peningkatan literasi keuangan bagi pengurus koperasi, penguatan sistem administrasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha koperasi. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan yang optimal kepada anggotanya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong koperasi untuk lebih aktif melakukan inovasi usaha dan memperluas jaringan kemitraan. Hal ini dinilai penting agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.
“Ke depan, kita ingin koperasi tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai sektor usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi anggota,” tambahnya.
Bukhari juga menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga pendamping profesional dan stakeholder terkait. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi koperasi menuju pengelolaan yang modern dan profesional.
Dengan adanya pendampingan intensif ini, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis koperasi dapat tumbuh lebih kuat dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(Adv)
