Diskopukmdag Banda Aceh Prioritaskan Pengawasan KSP dan USP dalam Pembinaan

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) terus memperkuat pembinaan terhadap koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP). Upaya ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas koperasi berjalan sesuai dengan ketentuan serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Kamis (11/6/2026), menegaskan bahwa pengawasan terhadap KSP dan USP menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembinaan koperasi tahun ini. Hal tersebut penting mengingat sektor simpan pinjam merupakan bagian yang paling sensitif dalam operasional koperasi karena berkaitan langsung dengan pengelolaan dana masyarakat.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek kelembagaan, manajemen, hingga tata kelola keuangan. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjalankan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme secara konsisten.

“Melalui pengawasan yang intensif, kita ingin memastikan bahwa KSP dan USP benar-benar dikelola secara sehat dan bertanggung jawab. Ini penting untuk menjaga kepercayaan anggota serta mencegah potensi penyimpangan,” ujar Bukhari.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara berkala melalui monitoring lapangan, evaluasi laporan keuangan, serta pembinaan langsung kepada pengurus dan pengelola koperasi. Selain itu, pihaknya juga memberikan pendampingan teknis guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di dalam koperasi.

Tidak hanya itu, Diskopukmdag juga mendorong koperasi untuk memanfaatkan sistem pencatatan dan pelaporan yang lebih tertib dan terstruktur. Dengan administrasi yang baik, koperasi akan lebih mudah dalam mengontrol arus keuangan serta memenuhi kewajiban pelaporan sesuai regulasi yang berlaku.

Bukhari menambahkan, penguatan pengawasan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem koperasi yang sehat dan berdaya saing. Koperasi yang dikelola dengan baik diharapkan dapat menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Ke depan, kita ingin koperasi di Banda Aceh tidak hanya aktif, tetapi juga berkualitas dan mampu bersaing. Oleh karena itu, pengawasan dan pembinaan akan terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus koperasi untuk bersikap terbuka dan kooperatif dalam setiap proses pengawasan. Sinergi antara pemerintah dan koperasi dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola koperasi yang lebih baik.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis koperasi, khususnya KSP dan USP, dapat tumbuh lebih sehat, profesional, serta mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian daerah.(Adv)

Exit mobile version