Diskopukmdag Banda Aceh Perkuat Verifikasi Laporan Keuangan KSP

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat sistem pengawasan terhadap Koperasi Simpan Pinjam (KSP), khususnya melalui verifikasi laporan  keuangan secara lebih ketat dan terstruktur. Langkah ini dilakukan guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kesehatan keuangan koperasi di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Rabu (10/6/2026), mengatakan bahwa verifikasi laporan keuangan merupakan instrumen penting dalam menilai kinerja koperasi sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana anggota.

“Laporan keuangan adalah cerminan dari kondisi riil sebuah koperasi. Karena itu, proses verifikasi harus dilakukan secara teliti, objektif, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku agar dapat memberikan gambaran yang akurat,” ujar Bukhari.

Ia menjelaskan, penguatan verifikasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas tim pemeriksa, memperbaiki metode evaluasi, serta memanfaatkan sistem administrasi berbasis digital guna memudahkan proses pelaporan dan pengawasan. Dengan langkah ini, diharapkan setiap KSP dapat menyusun laporan keuangan secara lebih profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, masih ditemukan sejumlah koperasi yang belum menyusun laporan keuangan secara lengkap dan tepat waktu. Hal ini menjadi perhatian serius  pemerintah daerah, karena dapat berdampak pada tingkat kepercayaan anggota maupun masyarakat terhadap koperasi itu sendiri.

“Melalui verifikasi yang lebih intensif, kita ingin memastikan bahwa seluruh koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi anggotanya,” tambahnya.

Selain itu, Diskopukmdag juga mendorong pengurus koperasi untuk meningkatkan pemahaman terkait  manajemen keuangan, termasuk pencatatan transaksi, penyusunan neraca, hingga laporan laba rugi. Pendampingan dan pembinaan pun terus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pengelolaan koperasi semakin meningkat.

Bukhari menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada upaya pembinaan yang bersifat edukatif. Dengan kombinasi antara pengawasan dan pembinaan, koperasi di Banda Aceh diharapkan mampu tumbuh lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.

“Tujuan utama kita bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi pilar ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Diskopukmdag Kota Banda Aceh akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pengawas dan asosiasi koperasi, guna menciptakan sistem pengelolaan koperasi yang lebih transparan dan profesional.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis koperasi, khususnya KSP, dapat semakin dipercaya sebagai lembaga keuangan yang aman, sehat, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Adv)