Diskopukmdag Banda Aceh Perkuat Evaluasi Kinerja Koperasi Berbasis Data

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus memperkuat upaya pembinaan dan pengawasan terhadap koperasi melalui evaluasi kinerja berbasis  data. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koperasi di Kota Banda Aceh mampu berkembang secara sehat, profesional, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat.

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Kamis (9/7/2026), mengatakan evaluasi kinerja koperasi menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola koperasi yang lebih baik.

Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama dalam menentukan kebijakan pembinaan, pengawasan, maupun pengembangan koperasi ke depan.
“Evaluasi berbasis data membantu  pemerintah melihat kondisi koperasi secara lebih objektif, mulai dari aspek kelembagaan, administrasi, keuangan, hingga perkembangan usaha yang dijalankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koperasi tidak hanya dituntut aktif menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga harus mampu memenuhi berbagai aspek tata kelola yang baik. Kelengkapan administrasi, transparansi laporan keuangan, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan memberikan pelayanan kepada anggota menjadi indikator penting dalam menilai kinerja koperasi.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, Diskopukmdag Banda Aceh dapat memetakan koperasi yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, sekaligus memberikan apresiasi bagi koperasi yang telah menunjukkan kinerja positif.

Bukhari Sufi menambahkan, perkembangan teknologi juga menjadi peluang dalam memperkuat sistem pendataan koperasi. Dengan pengelolaan data yang lebih tertib dan terintegrasi, proses pemantauan kondisi koperasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
“Data yang valid akan memudahkan pemerintah dalam menyusun program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan koperasi. Setiap koperasi memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan pembinaannya juga harus tepat sasaran,” jelasnya.

Selain melakukan evaluasi, Diskopukmdag Kota Banda Aceh juga terus mendorong pengurus koperasi agar meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pengurus koperasi diharapkan mampu memahami  manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, serta strategi pengembangan usaha agar koperasi dapat bersaing di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis.

Menurutnya, koperasi yang dikelola secara profesional akan memiliki kepercayaan lebih tinggi dari anggota maupun masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas kelembagaan menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan koperasi di Kota Banda Aceh.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan koperasi yang sehat, mandiri, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Diskopukmdag Banda Aceh berharap melalui evaluasi kinerja berbasis data, seluruh koperasi dapat terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Pemerintah kota berkomitmen memberikan pendampingan agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan berdaya saing.(Adv) 

Exit mobile version