Kabarnanggroe.com, Jakarta – Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) sebagai salah satu upaya memperluas akses kerja bagi lulusan baru.
Program yang dikelola melalui Kementerian Ketenagakerjaan tersebut diklaim mampu menjadi jembatan efektif bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja formal.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sekitar 30% peserta Program Magang Nasional 2025 langsung diterima sebagai pekerja tetap setelah menyelesaikan program.
Dari total 100 ribu peserta magang, sekitar 30 ribu orang berhasil memperoleh pekerjaan tetap, sementara 30% lainnya masih menunggu panggilan kerja dalam dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.
“Menariknya sesuai data Kemenaker di 2025 lalu, setelah program magang selesai dari 100 ribu peserta, sekitar 30% atau 30 ribu peserta langsung diterima sebagai pekerja tetap. Dan ada 30% lainnya menunggu panggilan 2-3 bulan ini,” ungkap Teddy.
Teddy menjelaskan melalui program ini, para lulusan sarjana dapat mengikuti program PMN selama enam bulan di perusahaan mitra.
Selama mengikuti magang, para peserta mendapatkan gaji sekitar Rp3,5-6 juta perbulan tergantung upah minimum Kabupaten/Kota tempat ia bekerja.
Melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy pun mengumumkan tata cara pendaftaran program ini.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti Program Magang Nasional, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun melalui situs siapkerja.kemnaker.go.id.
Setelah itu, peserta diwajibkan melengkapi foto profil dengan tampilan profesional dan formal, serta memastikan wajah terlihat jelas dan berpakaian rapi.
Peserta juga harus mengisi biodata diri secara lengkap, mulai dari nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, alamat, hingga deskripsi singkat mengenai diri sendiri. Seluruh data yang diunggah harus sesuai dan valid untuk mendukung proses seleksi.
Tahap berikutnya adalah melengkapi riwayat pengalaman kerja maupun pengalaman magang yang pernah diikuti. Kementerian Ketenagakerjaan juga meminta peserta melampirkan sertifikat magang sebagai bukti pengalaman yang dimiliki.
Selain itu, peserta dapat menambahkan informasi pelatihan yang pernah diikuti beserta sertifikat pendukungnya. Meski bersifat opsional, data pelatihan dinilai dapat meningkatkan nilai kompetensi peserta di mata perusahaan penyelenggara magang.
Peserta juga diminta melengkapi data pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan, nama universitas, indeks prestasi kumulatif (IPK), tahun kelulusan, hingga mengunggah ijazah terakhir. Informasi pendidikan menjadi salah satu komponen penting dalam proses pencocokan peserta dengan posisi magang yang tersedia.
Bagi yang memiliki sertifikasi profesi resmi seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau sertifikasi dari lembaga kredibel lainnya, dokumen tersebut dapat dilampirkan pada profil. Sertifikasi yang relevan dengan posisi yang dilamar dinilai dapat menjadi bukti kompetensi sekaligus meningkatkan peluang lolos seleksi.
Pemerintah juga membuka ruang bagi peserta untuk mencantumkan berbagai pencapaian yang pernah diraih, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Informasi tersebut dapat menjadi nilai tambah dan memperkuat personal branding peserta di hadapan perekrut.
Kemampuan bahasa asing dan keahlian teknis juga menjadi bagian yang perlu dilengkapi dalam profil peserta. Semakin relevan kemampuan bahasa dan keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan posisi magang, semakin besar peluang peserta untuk dipilih oleh penyelenggara.
Untuk pelaksanaan PMN Batch I 2026, pemerintah telah menetapkan jadwal sosialisasi pada Juni hingga 28 Juli 2026.
Sementara pendaftaran penyelenggara dan lowongan berlangsung pada Juni hingga 15 Juli, pendaftaran peserta dibuka pada 15-28 Juli, seleksi oleh penyelenggara pada 29 Juli hingga 5 Agustus, pleno dan penetapan peserta pada 6 Agustus, pengumuman pada 1-10 Agustus, serta hari pertama magang dan kick off pemagangan Batch I dijadwalkan berlangsung pada 11 Agustus 2026.(Muh/*)






