Kabarnanggroe.com, Sabang – Ketua TP-PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut di Kota Sabang. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sekaligus memudahkan akses penukaran uang di wilayah kepulauan.
Nuri mengatakan, Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan dan identitas bangsa. Karena itu, masyarakat perlu memahami cara menggunakan dan merawat uang Rupiah dengan baik.
“Sudah sepatutnya kita memiliki rasa cinta, kebanggaan, dan pemahaman yang baik terhadap Rupiah. Masyarakat tidak hanya perlu mengenal Rupiah, tetapi juga harus mampu merawat, menggunakan, dan memperlakukannya dengan baik,” kata Nuri, dalam kegiatan yang diisi dengan sosialisasi CBP Rupiah dan layanan penukaran uang bagi masyarakat, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (30/10/2026) sore.
Ia juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip 5J dalam menjaga uang Rupiah, yakni jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi.
Menurutnya, ketersediaan uang Rupiah dan kemudahan layanan penukaran sangat dibutuhkan masyarakat Sabang sebagai daerah kepulauan, terutama untuk mendukung aktivitas perdagangan, pariwisata, dan UMKM.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, mulai dari generasi muda, pelajar, pelaku UMKM hingga masyarakat di gampong,” ujarnya.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengusung tema “Dari Belawan ke Pulau Sabang, Rupiah Terjaga Negara Berdaulat”. Program Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut tersebut menjangkau Pulau Sembilan, Pulau Kampai, Pulau Pusong, hingga Pulau Sabang untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi uang Rupiah serta menjaga kualitas uang yang beredar.
Pemimpin Rombongan ERB 2026, Nampati Y. Ginting, mengatakan ekspedisi tersebut membawa tiga misi utama, yaitu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Rupiah, menyediakan layanan penukaran uang, serta memfasilitasi penukaran uang rusak atau tidak layak edar.
“Melalui ekspedisi ini, kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai Rupiah sekaligus menghadirkan layanan penukaran uang, baik untuk mendapatkan pecahan baru maupun menukarkan uang yang sudah rusak atau tidak layak edar,” jelasnya.
Usai kegiatan, Nuri bersama Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengunjungi KRI Bung Karno-369 yang bersandar di Dermaga Lanal Sabang. Kunjungan tersebut disambut Komandan KRI Bung Karno-369, Letkol Laut (P) Febi Awal Romansyah, yang memperkenalkan fasilitas dan aktivitas di kapal perang tersebut.(Aldi/*)






