KKKS SD Wilayah V dan AGP-PGRI Aceh Besar Gelar Pelatihan IFP

*Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Besar Cut Jarita Susanti, S.Pd, menyampaikan arahannya pada pembukaan Pelatihan Transformasi Digital Pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP), di SDN Lambada Klieng, Aceh Besar, Sabtu (26/9/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Wilayah V bersama Asosiasi Guru Penulis (AGP) PGRI Aceh Besar mendorong peningkatan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi pendidikan melalui Pelatihan Transformasi Digital Pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP), di SDN Lambada Klieng, Aceh Besar, Sabtu (26/9/2026).

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pendidik memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran sekaligus mendukung penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam di sekolah dasar.

Kegiatan yang dibuka oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Besar Cut Jarita Susanti, S.Pd tersebut, melibatkan kepala sekolah dan perwakilan guru SD se-Wilayah V. Sejumlah unsur pendidikan dan penggerak literasi Aceh Besar turut hadir, di antaranya Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Besar Cut Jarita Susanti, S.Pd., Ketua PGRI Aceh Besar Munadi, S.Pd.I., M.Pd., Ketua KKKS SD Wilayah V Syaribanun, S.Pd., Ketua AGP-PGRI Aceh Besar Zulhelmi, S.Pd., serta pengurus PGRI, PC PGRI Mesjid Raya dan pegiat literasi Aceh Besar.

Dalam arahannya, Cut Jarita mengapresiasi antusiasme para guru mengikuti pelatihan dan menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Di era digital, siapa yang cepat beradaptasi akan melangkah lebih jauh. Sebaliknya, siapa yang berhenti belajar akan tertinggal oleh zaman,” tegasnya.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi pedagogik sehingga pemanfaatan perangkat digital benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.

Foto bersama usai pembukaan Pelatihan Transformasi Digital Pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP), di SDN Lambada Klieng, Aceh Besar, Sabtu (26/9/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Besar Munadi, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan komitmen PGRI untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“PGRI beserta seluruh asosiasi di bawah naungannya siap berkolaborasi dengan semua organisasi profesi guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidik di Aceh Besar. Mari kita bergerak bersama-sama,” ujarnya.

Pelatihan IFP tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis guru dalam mengoperasikan perangkat pembelajaran digital. Para peserta juga diarahkan untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai media menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual dan bermakna.

Pemanfaatan IFP diharapkan dapat membantu guru menghadirkan suasana kelas yang lebih hidup sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.

Melalui kegiatan tersebut, KKKS SD Wilayah V dan AGP-PGRI Aceh Besar menempatkan transformasi digital sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi pendidik dan meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.(Wahyu)