Optimalkan Pendekatan Humanis, DSI Kota Banda Aceh Gencarkan Program Strategis Penegakan Syariat Islam

Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah SPd MS FOTO/ DSI KOTA BANDA ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mengawal dan menegakkan Syariat Islam sepanjang tahun 2026 dengan mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan kolaboratif demi menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah warga kota.

Kepala DSI Kota Banda Aceh, Alimsyah SPd MS, menyatakan bahwa keberhasilan syariat tidak hanya diukur dari banyaknya penindakan pelanggaran, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai Islam secara mandiri. Oleh karena itu, DSI meluncurkan serangkaian program unggulan yang menyasar berbagai sektor kehidupan.
Misalnya, Dakwah Keliling Humanis dan Edukasi Pelaku Usaha, di mana ini satu program yang rutin berjalan adalah Dakwah Keliling. Pada program ini, DSI mengerahkan para da’i perkotaan dan Muhtasib gampong untuk melakukan dialog langsung secara ramah dengan warga di ruang publik, termasuk di sekitar Stadion Harapan Bangsa dan area warung kopi serta tempat tempat publik lainnya.

“Pendekatan emosional ini bertujuan mengedukasi para pengelola usaha agar menutup usahanya sementara waktu saat adzan berkumandang demi menjaga shalat berjamaah,” ujarnya.

Alimsyah menyebutkan program sinergi Ulama-Umara dan Penguatan Berbasis Digital, di mana dalam menghadapi modernisasi, DSI menekankan pentingnya sinergi antara ulama, pimpinan dayah, akademisi, dan jajaran Forkopimda.

“Dalam beberapa forum strategis, ditekankan bahwa penegakan syariat adalah tanggung jawab kolektif,” tuturnya.

Program Safari Dakwah Sekolah dan Ketahanan Keluarga, kata Alimsyah dilakukan di mana DSI Banda Aceh secara aktif masuk ke instansi pendidikan melalui program Safari Dakwah Sekolah guna membentengi generasi muda dari potensi pelanggaran syariat.

Selain mengedukasi siswa, DSI mengimbau para orang tua untuk memperketat pengawasan, membangun komunikasi terbuka, serta memantau penggunaan media sosial anak-anak di rumah

Program lain, pembinaan kafilah dan Identitas Kota, di mana terang Kadis Alimsyah, DSI mempertahankan prestasi dan melahirkan generasi Qur’ani, DSI bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banda Aceh secara berkala mengadakan pembinaan intensif bagi calon kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Upaya ini diharapkan mampu menjaga identitas Kota Banda Aceh sebagai barometer penegakan syariat yang unggul di Serambi Mekkah.

“Melalui integrasi program dakwah lapangan, penguatan keluarga, dan pemanfaatan teknologi, DSI Kota Banda Aceh optimis iklim penerapan Syariat Islam di tahun 2026 akan semakin inklusif, damai, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga kota,” pungkas Alimsyah SPd MPd, Kadis DSI Kota Banda Aceh.(**)