Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Sejumlah aspirasi masyarakat mengemuka dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III DPRK Aceh Besar Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar Anggota DPRK Aceh Besar Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Satria Maulana Putra, SE, MM, di Gampong Lampuja, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (22/8/2026) malam.
Reses tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di tingkat gampong, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membahas kembali cita-cita pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Seuramo Aceh.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh dan elemen masyarakat, di antaranya Ketua Panitia Pemekaran Seuramo Aceh HT Ibrahim, ST, MM yang juga anggota DPR RI, Dewan Pengawas Seuramo Aceh H. Musannif, SE, SH, Ketua Forum Mukim Aceh Besar Ramli, M.Pd, Camat Darussalam Burhanuddin, S.Sos.I, M.Si beserta unsur Muspika, Camat Ingin Jaya Almubarak Akbar, S.STP, MM, para Imeum Mukim, Keuchik dan Ketua Tuha Peut dari 29 gampong di Kecamatan Darussalam, serta utusan sejumlah gampong dari Kecamatan Mesjid Raya dan Blang Bintang.
Dalam pertemuan tersebut, kembali ditegaskan bahwa nama Kabupaten Seuramo Aceh menjadi nama yang diusulkan untuk DOB yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Besar. Nama tersebut lahir dari gagasan panitia pemekaran dan mendapat persetujuan ulama Abu H. Athailah atau yang dikenal sebagai Abu Ulee Titi.
Wilayah yang diusulkan masuk dalam Kabupaten Seuramo Aceh meliputi tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Mesjid Raya, Baitussalam, Darussalam, Kuta Baro, Blang Bintang, Krueng Barona Jaya, dan Ingin Jaya.
Ketua Panitia Pemekaran Seuramo Aceh, HT Ibrahim, ST, MM, mengatakan perjuangan pembentukan DOB tersebut masih terus berjalan meskipun saat ini pemerintah masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah.

“Perjuangan Seuramo Aceh tidak berhenti. Kita akan terus mengawal dan mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan sampai kebijakan moratorium DOB dicabut oleh pemerintah. Karena itu, yang paling penting sekarang adalah menjaga kekompakan dan terus membangun komunikasi bersama,” ujar HT Ibrahim.
Menurutnya, perjuangan DOB bukan semata-mata mengenai pembentukan wilayah administratif baru, tetapi juga bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan dan membuka peluang pembangunan yang lebih merata bagi masyarakat.
Senada dengan itu Dewan Pengawas Seuramo Aceh, H. Musannif, SE, SH, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran bersama agar perjuangan tersebut tidak terpecah oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Kita harus membangun kesadaran bahwa cita-cita ini adalah kepentingan bersama. Kalau kita ingin Seuramo Aceh terwujud, maka persatuan, komunikasi dan konsistensi perjuangan harus terus dijaga. Jangan sampai perbedaan kecil membuat tujuan besar kita terabaikan,” kata Musannif.
Sementara itu, menjelang akhir kegiatan, Ustaz Masrul Aidi, Lc, memberikan bimbingan dan tausiah kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa persatuan harus menjadi kekuatan utama dalam setiap upaya membangun masyarakat dan daerah.
“Perbedaan adalah sesuatu yang biasa, tetapi persatuan jangan sampai hilang. Ketika masyarakat bersatu dan memiliki tujuan yang sama, banyak persoalan yang berat akan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan,” pesan Masrul Aidi.
Dalam sesi penggalian aspirasi, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satu aspirasi utama disampaikan melalui Imum Mukim Siem, yakni terkait kondisi jalan lintas Lieue ke Lambada Peukan yang dinilai membutuhkan perbaikan.
Selain infrastruktur jalan, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian masyarakat. Ketua Tuha Peut Gampong Lampuja menyampaikan perlunya solusi yang lebih permanen agar persoalan sampah tidak terus menjadi masalah di lingkungan masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Satria Maulana Putra mengatakan pihaknya akan mengawal perbaikan jalan lintas Lieue ke Lambada Peukan serta mencari solusi penanganan sampah melalui penyediaan lahan untuk kontainer di Gampong Lampuja.
“Untuk jalan Lieue ke Lambada Peukan, tahun ini akan dilakukan penambalan dan sudah tersedia dana Inpres untuk peningkatan badan jalan. Sementara untuk sampah, kita dorong penyediaan lahan kontainer, khususnya di depan area PLN Gampong Lampuja,” ujar Satria. (Zal)






