Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) bagi pelajar Kota Banda Aceh Tahun 2026, di Hotel Diana, Kota Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang belangsjng sehari tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran aktif masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sosialisasi juga menjadi upaya memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai bahaya narkotika serta menumbuhkan kepedulian terhadap ancaman narkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sosialisasi yang diikuti 120 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMP di Kota Banda Aceh. Para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber mengenai kebijakan P4GN, dampak penyalahgunaan narkotika, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Mewakili Wali Kota Banda Aceh, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kota Banda Aceh, Ridwan, S.Ag., M.Pd. mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika sekaligus membangun kesadaran untuk menjauhinya.
“Pertama sekali, tentunya Ibu Wali Kota Banda Aceh mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan ini sangat penting dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya narkoba, bagaimana menghindarinya, serta bagaimana bersama-sama mengatasi berbagai persoalan yang ditimbulkan oleh narkoba,” kata Ridwan.
Ia menegaskan, narkotika merupakan ancaman serius terhadap masa depan generasi muda, bangsa, negara, dan khususnya Kota Banda Aceh. Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang berorientasi pada penyelamatan generasi muda dari penyalahgunaan narkotika.

“Narkoba merupakan sesuatu yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan masa depan kita semua. Ini menyangkut masa depan bangsa, masa depan negara, khususnya masa depan Kota Banda Aceh yang kita cintai. Oleh sebab itu, Ibu Wali Kota sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan sebesar-besarnya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan demi menyelamatkan generasi muda kita,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, generasi muda merupakan harapan besar bagi masa depan Kota Banda Aceh. Karena itu, upaya menjaga kehidupan sosial, keagamaan, dan budaya masyarakat harus terus diperkuat agar pembangunan kota berjalan sejalan dengan nilai-nilai keistimewaan Aceh dan penerapan syariat Islam.

“Harapan besar masyarakat Kota Banda Aceh ini harus kita pelihara bersama. Kehidupan bermasyarakat, kehidupan beragama, dan kehidupan berbudaya harus terus kita jaga dan perkuat. Dengan demikian, ke depan Banda Aceh dapat menjadi kota yang maju dan bermartabat, serta tetap kokoh dalam bingkai syariat Islam,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan komitmen, Kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak, terutama pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, guru, orang tua, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, terutama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Kesbangpol, para narasumber dari Polresta Banda Aceh, BNN Kota Banda Aceh, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Kami berharap melalui sosialisasi P4GN ini dapat terbangun komitmen bersama untuk menjadikan Kota Banda Aceh sebagai kota yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mampu melahirkan generasi muda yang bebas dari narkotika,” ujar Musriadi.
Generasi muda, khususnya mereka yang berada pada rentang usia 10 hingga 20 tahun, dinilai menjadi kelompok penting yang harus diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sebab, mereka merupakan calon penerus kepemimpinan dan memiliki peran strategis dalam menjaga serta melanjutkan pembangunan bangsa, daerah, dan Kota Banda Aceh. Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama melalui berbagai kegiatan edukatif dan inovatif agar angka penyalahgunaan narkoba dapat terus ditekan.

“Yang harus kita selamatkan hari ini sebenarnya adalah adik-adik usia 10 sampai dengan 20 tahun. Bangsa ini, daerah ini, kota ini berada di tangan adik-adik sekalian. Nantinya, adik-adiklah yang akan melanjutkan kepemimpinan dan menjaga negeri ini. Karena itu, kita berharap angka narkoba dapat terus terkikis melalui berbagai kegiatan yang kita lakukan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah juga menjadi salah satu sasaran peredaran narkoba sehingga keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan menjadi sangat penting. Ia juga mengapresiasi langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh yang tengah menyusun kurikulum tentang narkoba sebagai materi muatan lokal yang diharapkan menjadi kurikulum wajib di seluruh lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat edukasi dan membangun kesadaran generasi muda sejak dini.
“Tanggung jawab kita sangat luar biasa. Abang-abang dan saudara-saudara kita di BNN, mari bahu-membahu melakukan berbagai kegiatan inovasi. Substansinya adalah bagaimana kita menjaga generasi kita. Karena itu, hari ini kita harus mampu mem-back up upaya tersebut, setidaknya dengan menjaga keluarga kita masing-masing,” pungkasnya. (Zal)






