Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Koperasi dan UKM serta Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus melakukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola koperasi melalui penguatan sistem administrasi yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Jum’at (17/7/2026), mengatakan bahwa administrasi yang baik menjadi fondasi utama dalam mewujudkan koperasi yang sehat dan profesional. Ia menilai, masih terdapat sejumlah koperasi yang perlu meningkatkan kualitas pencatatan dan pengelolaan administrasi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Administrasi yang tertib mencerminkan profesionalisme pengelolaan koperasi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan,” ujar Bukhari.
Ia menjelaskan, penguatan sistem administrasi mencakup berbagai aspek penting, seperti pencatatan keuangan yang akurat, penyusunan laporan kegiatan, pengarsipan dokumen, hingga laporan pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Dengan sistem yang rapi dan terstruktur, koperasi akan lebih mudah dalam melakukan evaluasi serta pengambilan keputusan.
Selain itu, Diskopukmdag juga mendorong koperasi untuk mulai beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan administrasi. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kerja, serta menjaga akurasi data.
“Pemanfaatan teknologi dalam administrasi akan membantu koperasi menjadi lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan anggota,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Diskopukmdag secara rutin melaksanakan pembinaan, pendampingan, serta monitoring terhadap koperasi di Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap koperasi mampu menerapkan sistem administrasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Bukhari, penguatan administrasi juga berdampak besar terhadap peningkatan kepercayaan pihak eksternal, seperti lembaga keuangan dan mitra kerja. Koperasi dengan administrasi yang tertib dinilai lebih layak dan kredibel dalam menjalin kerja sama maupun mengakses permodalan.
“Kepercayaan itu dibangun dari keterbukaan dan kerapian administrasi. Ini menjadi kunci agar koperasi dapat berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Ia berharap, melalui penguatan sistem administrasi ini, koperasi di Kota Banda Aceh dapat tumbuh lebih profesional, mandiri, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggotanya.
Diskopukmdag Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas koperasi melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(Adv)






