Ketua DPRK Aceh Besar Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMG untuk Perkuat Ekonomi Gampong

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, SIKom memberikan sambutan dan sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMG Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar di kawasan wisata Tebing Babah Dua, Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Rabu (5/8/2026). FOTO/M. HERIZAL

Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ketua DPRK Aceh Besar Abdul Muchti SIKom membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar di kawasan Wisata Tebing Babah Dua, Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Rabu (5/8/2026).

Pelatihan bertema “Membangun BUMG yang Tangguh, Mandiri, dan Berkelanjutan melalui Kapasitas Tata Kelola dan Inovasi Usaha Gampong” tersebut diikuti sekitar 120 pengurus BUMG dari berbagai gampong di Aceh Besar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5-6 Agustus 2026, itu bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMG dalam tata kelola kelembagaan, perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan inovasi bisnis.

Turut hadir pada kegiatan itu Kepala DPMG Aceh Besar Jakfar, SP, M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha dan Ekonomi Masyarakat DPMG Aceh Besar Ikhsan, SE., serta para peserta pelatihan.

Materi pelatihan disampaikan oleh tenaga ahli bidang struktur dan tata kelola BUMG, Ermiza, SE., MM., serta praktisi keuangan Jurianto, SE., yang membekali peserta dengan strategi pengelolaan usaha yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pengurus BUMG dalam mengelola potensi ekonomi gampong sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Gampong (PAG).

Foto Bersama kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas BUMG Kabupaten Aceh Besar Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar di kawasan wisata Tebing Babah Dua, Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Rabu (5/8/2026). FOTO/M. HERIZAL

“Pelatihan ini sangat penting untuk diikuti karena tujuannya bukan hanya meningkatkan kemampuan pengurus BUMG, tetapi juga mendorong lahirnya usaha-usaha gampong yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan gampong,” kata Abdul Muchti.

Ia menambahkan, keberhasilan membangun sebuah usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal, melainkan kemampuan dalam mengelola usaha secara baik dan profesional. Menurutnya, Kecamatan Peukan Bada dan Lhoknga memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan melalui BUMG.

“Memulai usaha tidak harus dengan modal yang besar. Yang paling penting adalah bagaimana usaha itu dikelola dengan baik. Saya melihat Peukan Bada dan Lhoknga memiliki potensi yang luar biasa. Jika dikelola secara tepat melalui BUMG, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, SP, M.Si., mengatakan peningkatan kapasitas pengurus BUMG menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian gampong, terutama di tengah berkurangnya alokasi Dana Desa. Menurutnya, BUMG harus mampu menjadi pilar ekonomi desa yang menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Gampong.

“Pelatihan ini kami harapkan benar-benar dapat meningkatkan kapasitas pengurus BUMG sehingga mampu membangun usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Ketika dukungan Dana Desa semakin berkurang, BUMG harus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan gampong yang mandiri serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jakfar.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan BUMG Maju Mandiri Aceh Besar yang meraih peringkat ketiga terbaik tingkat nasional tahun 2026 pada sektor desa wisata. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa BUMG Aceh Besar mampu bersaing di tingkat nasional dan harus menjadi motivasi bagi BUMG lainnya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola serta mengembangkan potensi usaha yang dimiliki.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa BUMG Aceh Besar mampu bersaing secara nasional. Tantangan kita sekarang adalah mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui pengelolaan yang profesional, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat gampong,” pungkasnya.(Zal)