Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Besar, Ny Nurbaiti Bahrul Jamil, mendorong anak-anak berkebutuhan khusus agar terus bersemangat dalam belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan tidak mudah menyerah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Nurbaiti menegaskan, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, kasih sayang, serta kesempatan berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena itu, kehadiran DWP Aceh Besar di SLB Kota Jantho merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap pendidikan inklusif.

“Melalui program DWP Mengajar, kami ingin hadir, berbagi, dan belajar bersama anak-anak hebat di SLB ini. Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya,” ujarnya, saat menghadiri kegiatan Literasi Praktis dalam rangka mendukung program DWP Mengajar, di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (21/7/2026).
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak merasa minder dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Menurutnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang belajar, melainkan oleh semangat dan kegigihan dalam menghadapi tantangan.
“Tetap semangat belajar, jangan takut mencoba, dan belajarlah dengan hati yang senang. Mungkin cara belajar kita berbeda, tetapi semangat kita sama-sama hebat. Anak hebat bukan yang paling cepat, tetapi yang paling pantang menyerah,” kata Nurbaiti.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Nurbaiti turut menyampaikan apresiasi kepada para guru SLB Kota Jantho yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi dalam mendampingi dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurut istri Sekda Aceh Besar, para guru merupakan sosok pejuang pendidikan yang setiap hari menjalankan tugas dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Karena itu, DWP Aceh Besar hadir tidak hanya untuk berbagi melalui kegiatan literasi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada para tenaga pendidik.
“Kami menyadari bapak dan ibu guru di SLB adalah pejuang sesungguhnya. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan, semangat, dan solidaritas. Kami juga ingin belajar dari para guru dan anak-anak di sekolah ini,” ungkapnya.

Nurbaiti berharap kegiatan Literasi Praktis mampu memberikan manfaat bagi para siswa, menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan belajar, sekaligus mempererat silaturahmi antara DWP Aceh Besar dengan keluarga besar SLB Kota Jantho.
“Semoga kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi anak-anak, memberikan manfaat, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” tutupnya.(Wahyu)






