Pedagang Pisang Dunia Harus Berterima Kasih ke China Karena Ini

FOTO/Pexels

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Perdagangan pisang global pada 2025 menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat melemah pada tahun sebelumnya. Perdagangan pisang diharapkan semakin meningkat ke depan.

Berdasarkan estimasi awal dari Badan Pangan Dunia (FAO), total ekspor pisang dunia diperkirakan mencapai sekitar 20,8 juta ton, naik sekitar 6% dibandingkan 2024.

Namun, di balik pemulihan tersebut, dinamika perdagangan masih sangat tidak merata.

Beberapa negara mencatat lonjakan produksi dan ekspor, sementara yang lain justru mengalami tekanan akibat cuaca ekstrem, penyakit tanaman, hingga kenaikan biaya produksi.

Secara umum, outlook perdagangan pisang global di 2025 cenderung positif, meski masih terdapat banyak tantangan struktural.

Pemulihan ekspor didorong oleh meningkatnya pasokan dari negara produsen utama seperti Kolombia dan Filipina. Di sisi lain, permintaan global juga menguat, terutama dari China yang mengalami penurunan produksi domestik.

Peningkatan jumlah impor juga dialami oleh Rusia. Peningkatan ini disebabkan oleh perbaikan jalur perdagangan dengan Ekuador yang mana

Berbeda dengan China dan Rusia, Amerika Serikat justru mengalami penurunan permintaan akibat kenaikan harga di tingkat ritel.(Muh/*)