Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Konsultan Ginjal Hipertensi RS Hermina Aceh, dr Cut Mela Yunita Sari SpPD-KGH, FINASIM, mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal sejak dini. Hal tersebut disampaikannya dalam seminar awam memperingati Hari Ginjal Sedunia 2026 yang digelar di RS Hermina Aceh, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (8/4/2026).
Dalam pemaparannya, dr Cut Mela menegaskan bahwa langkah sederhana seperti mencukupi kebutuhan cairan harian menjadi kunci utama menjaga kesehatan ginjal.
“Hal paling penting yang bisa dilakukan adalah memenuhi kebutuhan konsumsi air putih tidak kurang dari 2 liter setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengedukasi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal yang dapat terlihat secara kasat mata. Menurutnya, gejala tersebut sering kali diabaikan padahal menjadi indikator penting adanya masalah pada organ vital tersebut.
“Pembengkakan atau edema bisa menjadi tanda, seperti mata sembap terutama di pagi hari, serta bengkak pada tangan, kaki, atau pergelangan kaki. Ini terjadi karena penumpukan cairan dalam tubuh,” jelasnya.
Ia mengatakan, perubahan pada urine juga patut diwaspadai, seperti urine berbusa, berwarna gelap atau kemerahan, hingga perubahan frekuensi buang air kecil yang drastis.
“Masalah kulit seperti kering, bersisik, dan gatal kronis juga bisa muncul akibat penumpukan zat sisa dalam darah. Selain itu, wajah pucat dan rasa lelah terus-menerus dapat menjadi tanda anemia akibat gangguan ginjal,” terangnya.
Tak hanya itu, nyeri pada pinggang atau punggung bawah hingga sesak napas juga termasuk gejala yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Lebih lanjut, dr Cut Mela menekankan pentingnya dukungan dari keluarga bagi penderita gangguan ginjal, baik yang bersifat akut maupun kronis, sebagai bagian dari proses pemulihan.
“Kerabat maupun keluarga harus terus memberikan support kepada penderita sakit ginjal, karena dukungan moral sangat berpengaruh dalam proses penyembuhan,” pungkasnya.(Wahyu)






