Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh segera melahirkan regulasi terkait pembatasan perempuan dan pelajar yang berada di warung kopi hingga larut malam.
Menurut Zulkasmi, fenomena anak-anak sekolah dan perempuan yang masih berada di warung kopi atau coffee shop hingga tengah malam bahkan sampai dini hari semakin sering terlihat di ibu kota provinsi Aceh.
“Fenomena ini hampir setiap hari kita lihat di berbagai warung kopi di Banda Aceh. Anak-anak sekolah dan perempuan masih nongkrong sampai larut malam, bahkan ada yang sampai pagi,” kata Zulkasmi, di Banda Aceh, Sabtu (5/4/2026).
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap masa depan generasi muda Aceh jika tidak segera diatur melalui regulasi yang jelas.
Zulkasmi mengutip pernyataan almarhum Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Farid Wajdi, yang pernah mengingatkan pentingnya menjaga kualitas generasi muda Aceh.
“Almarhum Prof Farid Wajdi pernah menyampaikan, jangan sampai ke depan kita mencetak pemuda dhuafa, bukan pemuda yang berintegritas dan berprestasi,” ujarnya.
Meski demikian, Zulkasmi menegaskan pihaknya tidak melarang perempuan maupun pelajar untuk berada di warung kopi. Namun menurutnya perlu ada batasan waktu yang jelas sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda.
“Kita tidak melarang perempuan dan anak sekolah berada di warung kopi atau coffee shop. Tapi harus ada batasan. Aceh adalah daerah yang menerapkan syariat Islam dan memiliki kearifan lokal yang harus dijaga,” jelasnya.
Ia juga menilai fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia.
Karena itu, Zulkasmi berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat segera merumuskan regulasi atau aturan yang mengatur pembatasan aktivitas pelajar dan perempuan di warung kopi pada jam-jam tertentu.
Selain itu, ia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) untuk lebih gencar melakukan patroli dan razia secara rutin di sejumlah lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda hingga larut malam.
“Satpol PP dan WH perlu lebih aktif melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini penting untuk menyelamatkan generasi muda kita,” pungkasnya.(Mar)






