Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh menginisiasi pembentukan Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah/Dayah (UKS/M/D) di lingkungan dayah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh.
Inisiasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bersama pimpinan dan guru dayah se-Kota Banda Aceh yang digelar di Balai Seumike Disdik Dayah, Kota Banda Aceh, Rabu (1/4/2026).
Pada kesempatan itu, Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh Muhammad, S.Sos, MM melalui Plh Sekretaris Disdik Dayah, Muhammad Syarif, SHI, M.H, menyampaikan harapannya agar seluruh pimpinan dayah dapat merespons positif kebijakan tersebut.
“Kami berharap seluruh pimpinan dayah di Kota Banda Aceh dapat merespons secara positif pembentukan Tim Pelaksana UKS/M/D ini,” ujar Syarif.
Ia menegaskan, pembentukan tim tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan budaya hidup bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan para santri selama menimba ilmu di dayah.
“Karena kita hidup dalam bernegara, maka penuhi kebijakan negara. Instruksi Sekda ini juga sejalan dengan ikhtiar kita dalam membudayakan hidup bersih dan sehat serta meningkatkan derajat kesehatan santri,” tambahnya.

Syarif juga menjelaskan bahwa keberadaan Tim Pelaksana UKS/M/D nantinya akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pelayanan kesehatan dari puskesmas ke dayah sesuai wilayah kerja masing-masing.
“Tim ini diharapkan menjadi fasilitator dalam menjembatani kerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan di dayah sesuai lokus masing-masing, dengan kepala puskesmas sebagai pembina Poskestren atau Poskesda,” jelasnya.
Sementara itu, pimpinan dayah menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Pimpinan Dayah Misrul Huda Malikussaleh, Waled Rusli Daud, SHI, M.Ag, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Dukungan serupa juga disampaikan Pimpinan Dayah Al Huda, Tgk. M. Zaini. Ia menilai setiap dayah memiliki karakteristik berbeda sehingga komposisi tim dapat disesuaikan.
“Setiap dayah memiliki keunikan, sehingga komposisi Tim Pelaksana UKS/M/D bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dayah,” ujarnya.
Perwakilan Dayah Terpadu Inshafuddin, Ustad Hadil Qumara, juga berharap Disdik Dayah dapat memfasilitasi penyusunan draf Surat Keputusan (SK) sebagai acuan awal pembentukan tim.
Menanggapi hal tersebut, usai rakor, Muhammad Syarif langsung menyusun draf awal SK Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Dayah yang dapat dijadikan pedoman oleh masing-masing dayah.
“Ini hanya draf awal, boleh disesuaikan formulasinya dengan kebiasaan masing-masing dayah,” katanya.
Ia menyatakan, dayah yang telah membentuk tim diharapkan segera melaporkan kepada Disdik Dayah Kota Banda Aceh dengan melampirkan dokumen SK, baik dalam bentuk PDF maupun fotokopi, untuk selanjutnya diteruskan kepada Sekretaris Daerah melalui Bagian Kesra Setda Kota Banda Aceh sebagai laporan resmi tindak lanjut instruksi tersebut.(Wahyu/*)






