Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, manajemen Puskesmas Darul Kamal kembali mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar, pihak Puskesmas juga mulai mengintensifkan sejumlah program inovasi yang telah direncanakan sejak awal tahun 2026.
Salah satu program yang menjadi fokus utama tahun ini adalah percepatan penemuan pasien Tuberkulosis (TB) paru aktif di wilayah kerja Puskesmas Darul Kamal. Program tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini untuk menemukan kasus TB secara lebih cepat sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat dan mencegah penularan lebih luas di masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Darul Kamal, Maya Sopa, mengatakan bahwa setelah libur panjang Idul Fitri, seluruh tenaga kesehatan di puskesmas kembali bekerja secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjalankan berbagai program prioritas.
“Pasca libur Idul Fitri, kami langsung kembali mengaktifkan seluruh layanan kesehatan sesuai standar pelayanan puskesmas. Selain itu, kami juga mulai mengakselerasi beberapa program inovasi yang telah direncanakan sejak awal tahun, salah satunya percepatan penemuan pasien TB paru aktif di wilayah kerja kami,” ujar Maya Sopa kepada Tim Media Center Aceh Besar, di Darul Kamal, Rabu (25/03/2026).
Ia menjelaskan, percepatan penemuan kasus TB aktif menjadi salah satu target inovasi Puskesmas Darul Kamal pada tahun ini. Program tersebut juga sejalan dengan target nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam upaya menekan angka kasus tuberkulosis di Indonesia.
Menurutnya, TB masih menjadi salah satu penyakit menular yang memerlukan perhatian serius, sehingga upaya deteksi dini harus terus diperkuat melalui kerja sama antara tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat.
“Percepatan penemuan pasien TB paru aktif ini menjadi target penting bagi kami tahun ini. Kami akan memperkuat kegiatan skrining di masyarakat, meningkatkan peran kader kesehatan di gampong, serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih peka terhadap gejala TB seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu,” jelasnya.
Selain itu, pihak puskesmas juga akan melakukan penelusuran kontak erat pasien TB serta memperluas kegiatan pemeriksaan dahak bagi masyarakat yang memiliki gejala mencurigakan.
Maya Sopa juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Semakin cepat kasus TB ditemukan, maka pengobatan bisa segera dilakukan dan peluang sembuh akan semakin besar, sekaligus mencegah penularan kepada orang lain,” tambahnya.
Selain fokus pada penemuan kasus TB, Puskesmas Darul Kamal juga terus memperkuat berbagai program pelayanan kesehatan lainnya, seperti pelayanan ibu dan anak, imunisasi, serta upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan kesehatan di masyarakat.
“Hal tersebut, kami lakukan sebagai bagian dari komitmen puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kerjanya,” imbuhnya.
Terakhir, dengan penguatan pelayanan kesehatan serta pelaksanaan program inovasi tersebut, Kepala Puskesmas Darul Kamal berharap dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kasus TB.
“Harapnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Besar khususnya di Kecamatan Darul Kamal,” pungkasnya.(Zul)



