Anggota DPRK Irwansyah Minta Wali Kota Banda Aceh Tutup Indomaret Saat Hari pertama Idulfitri 1447 H

Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah, SE, tegas minta Pemko untuk tidak memberikan izin operasional kepada gerai Indomaret pada hari pertama Idulfitri 1447 H. FOTO/ MARDG

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, SE, meminta Wali Kota Banda Aceh untuk tidak memberikan izin operasional kepada gerai Indomaret pada hari pertama Idulfitri 1447 H. Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Islam yang merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Politisi dari Partai Gerindra itu menegaskan bahwa momentum Idulfitri seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan, silaturahmi, dan kekhusyukan ibadah, tanpa terganggu oleh aktivitas komersial yang tidak mendesak.
“Pada hari raya Idulfitri, umat Islam fokus pada ibadah, shalat Id, serta bersilaturahmi bersama keluarga. Karena itu, kami meminta agar Indomaret tidak beroperasi selama satu hari penuh sebagai bentuk penghormatan,” ujar Irwansyah dengan tegas.

Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam dan daerah khusus ini, Anggota DPRK Banda Aceh Dapil Kecamatan Syiah Kuala danUlee Kareng ini menilai kebijakan penutupan sementara selama satu hari tidak akan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi perusahaan, namun memiliki nilai sosial dan religius yang besar bagi masyarakat, khususnya di kota yang menerapkan Syariat Islam seperti Banda Aceh.

Selain itu, Irwansyah juga mengingatkan bahwa kebijakan serupa pernah diterapkan pada momen-momen keagamaan tertentu dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah, khususnya Pemko Banda Aceh dalam menjaga kearifan lokal serta nilai-nilai keislaman.

Untuk itu, Ia berharap Wali Kota Banda Aceh dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan mengambil kebijakan yang bijaksana demi menjaga kekhidmatan Hari Raya Idulfitri.
“Ini bukan soal melarang usaha, tetapi soal penghormatan terhadap hari besar umat Islam. Kita ingin suasana Idulfitri benar-benar terasa sakral dan penuh kebersamaan,” pungkasnya.(Mar)