Lahan Eks Terminal Keudah Disiapkan Sebagai Kawasan Open Space serta Pusat Bisnis Terintegrasi

FOTO/MEDIA BANDA ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh mulai menata lahan eks Terminal Keudah menjadi kawasan yang lebih tertata dan produktif.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Syaifuddin Ambia saat mendampingi Wali Kota Banda Aceh meninjau lokasi tersebut pada Sabtu (25/7/2026).

“Dalam konsep awal, kawasan ini dirancang memiliki tujuh lantai, terdiri atas dua lantai basement, untuk terminal, serta fasilitas komersial seperti pusat dunia dan hotel,” katanya.

Kata Ambia, Pemko juga berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat transportasi terpadu.

Nantinya, kawasan itu akan menjadi titik transit angkutan umum maupun layanan feeder yang menghubungkan berbagai wilayah di kota.

Namun, kata Ambia rencana ini belum terealisasi karena belum mendapatkan investor yang sesuai. Oleh karena itu, penataan kawasan ini akan membuka peluang bagi para investor untuk berinvestasi di sini.

“Dulu kita sudah mencari investor, tapi permasalahan belum memungkinkan. Sekarang kawasan ini kita bersihkan terlebih dahulu agar lebih menarik. Insyaallah ke depan lokasi ini akan menjadi kawasan yang lebih representatif dan diminati investor,” ujarnya.

Ambia menjelaskan ada beberapa alasan menarik untuk berinvestasi pada lokasi ini seperti lokasinya yang sangat strategis, dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman, Krueng Aceh terbentang di depan, dekat dengan pusat perdagangan Peunayong dan lahannya seluas 11.717 meter persegi.

Selama proses penataan berlangsung, Ambia menegaskan kawasan tersebut setelah dipagar sementara menjadi ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan/acara yang berdampak bagi perekonomian masyarakat.

“Nanti seluruh kawasan akan dipagar sementara akan dijadikan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan/event yang berdampak bagi perekonomian masyarakat dan kedepannya memberi kesempatan kepada investor untuk mengembangkan eks terminal keudah tersebut,” tegasnya.

Ambia berharap, penataan eks Terminal Keudah ini menjadi bagian dari upaya Pemko dalam mengoptimalkan aset daerah, menghadirkan ruang publik yang representatif, sekaligus membuka peluang investasi untuk mendukung pengembangan kawasan perkotaan di masa mendatang.(Muh/*)