BBPOM Aceh Intensif Awasi Sentra Takjil, Masyarakat Diimbau Tetap Cerdas Memilih Pangan

Kepala BBPOM Aceh Bersama Walikota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal pengawasan terhadap jajanan Ramadan, di Banda Aceh, Sabtu (28/2/2026). FOTO/ HUMAS BBPOM ACEH

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Aceh di Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pengawasan intensif terhadap pangan jajanan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah di sejumlah sentra penjualan takjil, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada kawasan Jalan Tgk Pulo di Baroh atau yang dikenal sebagai Jalan Garuda, serta beberapa titik lainnya seperti Lamdingin, dengan melibatkan lintas sektor.

Pengawasan yang dipimpin oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto ini dilakukan secara terpadu bersama Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Ombudsman, serta turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh Dian Rubianty, dan sejumlah pejabat lainnya. Petugas mengerahkan mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji cepat langsung di lokasi terhadap makanan dan minuman yang dijual pedagang.

Sebanyak 60 sampel takjil diambil secara acak, mulai dari minuman, kue basah, bakso, mie, tahu, hingga aneka kudapan khas berbuka puasa. Pengujian dilakukan terhadap parameter bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen pengawalan keamanan pangan selama Ramadan. “Sebanyak 60 sampel telah kami uji dan hasilnya seluruhnya memenuhi syarat. Tidak ditemukan kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow. Artinya, takjil yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasi atas hasil pengawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota bersama BBPOM telah memastikan seluruh makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya diperiksa secara menyeluruh. “Ada 60 jenis makanan yang diperiksa, mulai dari minuman, kudapan, bakso, kue, mie, hingga tahu. Alhamdulillah semuanya dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Illiza juga berharap para pelaku usaha, khususnya UMKM, semakin cerdas dan jujur dalam memilih bahan baku serta tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi. Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih pangan yang sehat dan aman.

Sebelumnya, BBPOM Aceh juga telah melakukan pengujian takjil di sejumlah lokasi lain seperti Pasar Lambaro, Pasar Ketapang, hingga wilayah Meulaboh. Ke depan, pengawasan serupa akan terus dilakukan di berbagai titik guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga sepanjang Ramadan.

Melalui sinergi pengawasan ini, BBPOM Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Ramadan yang aman dan sehat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi.(Hadi)