Bupati Agara Salurkan Bantuan Masa Panik bagi 7 KK Korban Kebakaran Desa Lawe Hijo

Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, bantuan masa panik kepada warga terdampak sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah, korban kebakaran, di Desa Lawe Hijo Kecamatan Bambel, Agara, Selasa (24/2/2026). FOTO/ ILYAS

Kabarnanggroe.com, Kutacane – Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, bergerak cepat dalam merespon musibah kebakaran yang terjadi di Desa Lawe Hijo Kecamatan Bambel. Bupati turun langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah, Selasa (24/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi dan memastikan pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan pascakebakaran tidak hanya sebatas bantuan masa panik, tetapi juga akan diupayakan langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah daerah akan terus berupaya membantu dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Tenggara, Kasri Selian menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga. Musibah ini menjadi duka bersama dan ujian berat bagi keluarga yang terdampak. Ia juga mengapresiasi langkah cepat dan respons tanggap pemerintah daerah dalam menangani bencana tersebut sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga. Semoga keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Agara Bahagia Wati, menjelaskan bahwa bantuan masa panik yang disalurkan kepada korban kebakaran meliputi family kit, pakaian anak (kids wear), selimut, matras, kasur lipat, paket sembako, serta makanan siap saji. Bantuan tersebut diberikan kepada tujuh kepala keluarga (KK) dengan total 21 jiwa yang terdampak sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar para korban.(Ilyas)