Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Aceh Besar yang digelar di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan yang merupakan pra talk show ini mengangkat tema “Sinergi Intelektual dalam Ketahanan Ekonomi dan Mencetak Generasi Unggul”, serta melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Asisten II Sekdakab Aceh Besar M. Ali S.Sos, M.Si, Ketua Kadin Aceh Besar Afdhal, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Baitul Mal, perwakilan MPD, MAA, MPU, Dinas Dayah, MES, hingga ICMI.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara MES dan ICMI bersama pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa Bupati Aceh Besar mendorong agar topik seminar ekonomi syariah ke depan benar-benar dirumuskan secara matang dan disepakati bersama.
“Jadi hasil pertemuan audiensi MES dengan ICMI dan Wakil Bupati, Bupati menyarankan agar topik yang dibahas dalam seminar disepakati oleh berbagai unsur. Kita ingin topik yang dirumuskan benar-benar mengarah pada penguatan ekonomi syariah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan musyawarah kecil antara MES dan ICMI, yang kemudian menghasilkan kesepakatan untuk memperluas pembahasan melalui forum FGD agar lebih komprehensif dan inklusif.
“Melalui FGD ini, kita mencoba menggali dan menyepakati topik yang akan diangkat dalam seminar. Ini penting agar arah pembahasan lebih jelas, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa diskusi ini tidak hanya bersifat formal, tetapi diharapkan berlangsung dalam suasana santai, terbuka, dan produktif, sehingga mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis.
“Focus Group Discussion ini kita harapkan berjalan dalam suasana santai, gembira, namun tetap fokus.
Tujuannya adalah menyamakan persepsi dan melahirkan beberapa rekomendasi yang nantinya bisa kita tampilkan dalam seminar atau pembahasan lanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membahas isu-isu aktual yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat di daerah yang menerapkan Syariat Islam seperti Aceh Besar. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kontradiksi antara praktik ekonomi sehari-hari dengan prinsip syariah.
“Di satu sisi kita adalah daerah Syariat Islam, namun di sisi lain masih ada persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari yang bertentangan dengan syariat, seperti praktik perbankan dan dinamika kenaikan harga emas yang berdampak pada ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Diskusi dalam FGD ini pun difokuskan pada penerapan ekonomi syariah secara nyata di Aceh Besar, termasuk bagaimana memperkuat peran lembaga-lembaga terkait, ulama, akademisi, serta pelaku usaha dalam mendukung kebijakan ekonomi daerah yang berbasis syariah.
Wabup juga mengapresiasi kehadiran Ketua Kadin Aceh Besar sebagai representasi pelaku ekonomi yang memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Pelaku ekonomi adalah pilar penting dalam mendukung program-program pemerintah. Karena itu, kehadiran Kadin di forum ini sangat penting untuk memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif yang dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan seminar ekonomi syariah yang direncanakan oleh MES dan ICMI ke depan.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati kembali menegaskan harapannya agar FGD ini benar-benar menjadi wadah penyatuan visi dan misi.
“Kita berharap FGD ini dapat menyamakan persepsi, menyamakan misi, serta melahirkan rekomendasi yang kuat. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di Aceh Besar,” pungkasnya.(Rinaldi)






